Makna Kurban, Salim Segaf: Pemimpin Harus Berani Berkorban demi Rakyat
Minggu, 18 Juli 2021 - 13:57 WIB
loading...
Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri menyampaikan pesan kebangsaan tentang makna kurban, pandemi, dan kepahlawanan sosial. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri menyampaikan pesan kebangsaan tentang makna kurban, pandemi, dan kepahlawanan sosial. Salim berpesan, agar pemimpin bangsa berani berkorban untuk kepentingan rakyat saat masa-masa sulit seperti saat ini.
Baca juga: Pandemi Covid-19, Antuasiasme Berkurban Warga Tangsel Tinggi
Keberanian berkorban ini dinilai sebagai ruh dari nilai Idul Kurban yang terinspirasi dari pengorbanan Nabi Ismail AS dan Nabi Ibrahim AS. Salim menuturkan pemberian satu juta paket kurban sebagai bentuk kepedulian PKS untuk kepentingan anak bangsa.
Salim menambahkan, itu sebagai bukti, bahwa PKS bukan hanya beretorika sebagai partai pelayan masyarakat. Baca juga: Rayakan Idul Adha, NasDem Papua Barat Serahkan 80 Sapi Kurban
"Pemberian 1 juta paket kurban adalah salah satu bentuk aksi peduli PKS, disamping aksi sosial serta advokasi politik lainnya, yang dilakukan PKS selama ini dalam membantu masyarakat terdampak musibah," kata Salim melalui kanal media sosial PKS, Minggu (18/7/2021).
"Aksi kurban di masa pandemi semoga meringankan kesulitan yang begitu dirasakan masyarakat banyak. Untuk menjaga imunitas, masyarakat membutuhkan nutrisi selain pola hidup sehat, dan paket kurban merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan," tambahnya.
Baca juga: Pemkab Luwu Utara Terima Satu Ekor Sapi Kurban dari Bank Sulselbar
Kemudian, dirinya mengajak para pemimpin bangsa untuk meneladani kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Menurutnya, jika pemimpin bangsa mau berkorban demi kepentingan orang banyak, akan terjadi perubahan besar di negeri ini.
"Penting sekali seorang pemimpin membaca makna paling indah dari kurban itu sendiri, apakah dia orang nomor satu di negeri ini, gubernur walikota, anggota dewan atau tokoh masyarakat, bahwa sikap untuk berkorban selalu untuk siap mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri, partai, atau kelompoknya," kata Salim.
"Kalau para pemimpin memposisikan dirinya seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mau berkorban untuk kepentingan masyarakat umum dibanding kepentingan dirinya atau golongan, saya yakin akan banyak perubahan besar di negeri ini," tuturnya.
Selanjutnya, dia mengajak segenap anak bangsa untuk menunjukkan sikap kepahlawanan untuk bisa melewati musim pandemi. Dia menegaskan bahwa momentum ibadah kurban bisa menjadi inspirasi terbentuknya solidaritas sosial.
"Tahun-tahun ini, kita semua diuji untuk membuktikan jiwa kepahlawanan. Terlebih saat kita melewati musim pandemi yang memberi dampak kesulitan multidimensi, maka pelaksanaan ibadah qurban berikut kandungan makna di dalamnya, memberi inspirasi mendasar bagi kita semua tentang solidaritas sosial agar kita bisa mengatasi wabah ini secara bersama-sama," pungkasnya.
Baca juga: Pandemi Covid-19, Antuasiasme Berkurban Warga Tangsel Tinggi
Keberanian berkorban ini dinilai sebagai ruh dari nilai Idul Kurban yang terinspirasi dari pengorbanan Nabi Ismail AS dan Nabi Ibrahim AS. Salim menuturkan pemberian satu juta paket kurban sebagai bentuk kepedulian PKS untuk kepentingan anak bangsa.
Salim menambahkan, itu sebagai bukti, bahwa PKS bukan hanya beretorika sebagai partai pelayan masyarakat. Baca juga: Rayakan Idul Adha, NasDem Papua Barat Serahkan 80 Sapi Kurban
"Pemberian 1 juta paket kurban adalah salah satu bentuk aksi peduli PKS, disamping aksi sosial serta advokasi politik lainnya, yang dilakukan PKS selama ini dalam membantu masyarakat terdampak musibah," kata Salim melalui kanal media sosial PKS, Minggu (18/7/2021).
"Aksi kurban di masa pandemi semoga meringankan kesulitan yang begitu dirasakan masyarakat banyak. Untuk menjaga imunitas, masyarakat membutuhkan nutrisi selain pola hidup sehat, dan paket kurban merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan," tambahnya.
Baca juga: Pemkab Luwu Utara Terima Satu Ekor Sapi Kurban dari Bank Sulselbar
Kemudian, dirinya mengajak para pemimpin bangsa untuk meneladani kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Menurutnya, jika pemimpin bangsa mau berkorban demi kepentingan orang banyak, akan terjadi perubahan besar di negeri ini.
"Penting sekali seorang pemimpin membaca makna paling indah dari kurban itu sendiri, apakah dia orang nomor satu di negeri ini, gubernur walikota, anggota dewan atau tokoh masyarakat, bahwa sikap untuk berkorban selalu untuk siap mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri, partai, atau kelompoknya," kata Salim.
"Kalau para pemimpin memposisikan dirinya seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mau berkorban untuk kepentingan masyarakat umum dibanding kepentingan dirinya atau golongan, saya yakin akan banyak perubahan besar di negeri ini," tuturnya.
Selanjutnya, dia mengajak segenap anak bangsa untuk menunjukkan sikap kepahlawanan untuk bisa melewati musim pandemi. Dia menegaskan bahwa momentum ibadah kurban bisa menjadi inspirasi terbentuknya solidaritas sosial.
"Tahun-tahun ini, kita semua diuji untuk membuktikan jiwa kepahlawanan. Terlebih saat kita melewati musim pandemi yang memberi dampak kesulitan multidimensi, maka pelaksanaan ibadah qurban berikut kandungan makna di dalamnya, memberi inspirasi mendasar bagi kita semua tentang solidaritas sosial agar kita bisa mengatasi wabah ini secara bersama-sama," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :