RE Martadinata, Pendiri Barisan Banteng Laut yang Gugur di Udara
Jum'at, 16 Juli 2021 - 05:27 WIB
loading...
A
A
A
Pengabdian kepada bangsa dan negara dilanjutkan ketika diangkat menjadi Duta Besar dan BerkuasaPenuh di Pakistan pada 1 September 1966. Pada saat peringatan HUT ABRI 5 Oktober 1966, ia datangke Jakarta untuk menerima kenaikan pangkat menjadi Laksamana di Istana Negara. Pada 6 Oktober 1966, RE Martadinata mengajak koleganya dari Pakistan Kolonel Syed Mazhar Ahmed danistrinya Begum Salma serta Magda Elizabeth Mari Rauf ke Puncak menggunakan helikopter jenisAlloute A IV 422 yang dipiloti Letnan Willy.
Kembali dari Puncak menuju Jakarta, RE Martadinata mengambil alih kemudi pesawat dan menerbangkansendiri bersama tamunya. Namun naas, saat melewati Puncak Pass tiba-tiba cuaca buruk dan pesawatheli menabrak tebing batu dan meledak. RE Martadinata dan seluruh penumpang heli tewas. Jenazahnyadimakamkan di Kalibata dengan inspektur upacara Jenderal TNI Soeharto.
Pemerintah menghargai jasa-jasa dan perjuangannya serta mengangkat Laksamana TNI RE Martadinata
sebagai Pahlawan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden 7 Oktober 1966.
Kembali dari Puncak menuju Jakarta, RE Martadinata mengambil alih kemudi pesawat dan menerbangkansendiri bersama tamunya. Namun naas, saat melewati Puncak Pass tiba-tiba cuaca buruk dan pesawatheli menabrak tebing batu dan meledak. RE Martadinata dan seluruh penumpang heli tewas. Jenazahnyadimakamkan di Kalibata dengan inspektur upacara Jenderal TNI Soeharto.
Pemerintah menghargai jasa-jasa dan perjuangannya serta mengangkat Laksamana TNI RE Martadinata
sebagai Pahlawan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden 7 Oktober 1966.
(abd)
Lihat Juga :