Membangun Optimisme untuk Kalahkan Pandemi COVID-19

Rabu, 14 Juli 2021 - 22:02 WIB
loading...
Membangun Optimisme...
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam diskusi bertajuk Optimisme di Tengah Ketidakpastian yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi Denpasar 12, di Jakarta, Rabu (14/7/2021). FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A A A
JAKARTA - Membangun optimisme merupakan jawaban atas berbagai persoalan dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang makin melonjak belakangan ini. Optimisme tersebut perlu diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kesadaran untuk hidup dalam kondisi kenormalan baru.

Demikian benang merah dari diskusi bertajuk 'Optimisme di Tengah Ketidakpastian' yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi Denpasar 12, di Jakarta, Rabu (14/7/2021). Diskusi mingguan yang digelar setiap Rabu itu, mengahadirkan empat narasumber, yakni Prof Hingky Hindra Irawan Satari (Tim Pakar Satgas Covid-19), Prof Komaruddin Hidayat (Pendidik/Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia), Ratih Ibrahim (Psikolog/Founder Personal Growth), dan Windhu Purnomo (Epidemiolog/Universitas Airlangga).

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat menyampaikan kata pengantar mengakui bahwa membangun optimisme dalam keadaan yang penuh dengan ketidakapstian tentu tidak mudah. Karena itu, perlu pemahaman dan kesadaran yang mendalam dalam menghadapi kompleksitas persoalan pandemi yang sedang terjadi.

Baca juga: Lagi, 4 Nakes Gugur di Jatim, Total 158 Perawat Meninggal Akibat COVID-19

"Sangat manusiawi bila terjadi kelelahan, ketidaknyamanan, bahkan kebingungan-kebingungan di kalangan masyarakat yang bisa berujung pada kemarahan, tetapi kita harus berupaya untuk bisa mengendalikan kemarahan itu," kata politikus Partai NasDem yang akrab disapa Rerie itu.

Kemarahan, imbuhnya, bisa terjadi karena situasi, bisa juga karena anggapan-anggapan bahwa ada tindakan yang seharusnya sudah dilaksanakan tetapi belum dilaksanakan, serta berbagai persoalan lain, termasuk persoalan kesehatan fisik dan psikis masyarakat. "Karena secara jujur harus kita akui, kita berhadapan pada suatu situasi yang tidak bisa kita kendalikan sama sekali," ujar Rerie.

Situasi tersebut, tambah anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem itu, diperparah oleh berbagai hoaks, rumor, bahkan ada agenda-agenda politik tertentu yang diduga turut menumpangi masalah yang sedang dihadapi saat ini. Namun, menurut Rerie, bangsa Indonesia punya nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tuggal Ika yang menjadi tameng untuk menghadapi persoalan-persoalan itu.

Baca juga: Pusdiklat Jemenhan dan Bahasa Kemhan Diubah Jadi RS Darurat Covid-19

"Mari kita bersama-sama menghadapi musibah ini dengan penuh optimisme. Saya percaya pada waktunya badai pasti berlalu dan ada matahari terang di ujung sana. Bersama kita bisa, bersama-sama kita akan muncul sebagai pemenang dan mencatat sejarah bahwa bangsa kita mampu mengalahkan Covid-19," tegas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Hingky Hindra Irawan Satari, antara lain menyoroti soal pentingnya data untuk menyokong langkah-langkah penanggulangan pandemi Covid-19, karena kelengkapan data akan sangat menentukan arah kebijakan dan hasil yang dicapai dalam menghadapi wabah virus korona di Tanah Air. "Oleh karena itu, sangat berbahaya bila orang berbicara panjang lebar tentang pandemi tanpa didukung data yang lengkap dan valid," katanya.

Selain itu, kata dia, seluruh elemen bangsa ini harus melihat pandemi sebagai masalah kita bersama, bukan masalah pemerintah. "Pandangan keliru semacan itu masih banyak menghantui masyarakat. Ini berbahaya, karena virus terus bermutasi, tapi rakyat tidak bermutasi."

"Jangan saling menyalahkan atau mencari siapa yang salah, tapi sama-sama mencari jalan keluar. Contoh-contoh daerah yang berhasil tangani covid adalah champions yang perlu diikuti daerah lain. Juga, jangan hanya banyak bicara tapi harus lebih banyak bekerja," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Komaruddin Hidayat mengakui bahwa semua negara sama-sama bingung dan melakukan trial and error dalam menghadapi pandemi covid-19. Namun bila dilihat dari sisi angka, jumlah kematian sangat kecil bila dibandingkan angka kesembuhan, baik di tingkat nasional maupun global. "Karena itu, tidak perlu cemas dan takut berlebihan, tapi sebaliknya kita harus opitimistis bahwa yang sehat akan menang," ujarnya.

Ratih Ibrahim menambahkan, kecemasan yang intes, bahkan ada yang depresi karena pandemi, perlu pendampingan psikologis, terutama di kalangan generasi muda yang masih labil dalam menghadapi persoalan. Mereka perlu diberikan pemahaman yang benar dan luas tentang kenormalan baru.

"Perlu pendekatan dengan bahasa-bahasa yang positif melalui berbagai cara seperti pelatihan, diskusi ilmiah agar ancaman kesehatan fisik oleh virus korona tidak menjalar ke kesehatan psikis. Tentu upaya itu perlu kerja sama dan dukungan lintas lembaga," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Harlah ke-28,...
Sambut Harlah ke-28, PKB Fasilitasi Beasiswa Jejak Nusantara untuk Siswa Arus Kualan
Eks Sekjen MPR Maruf...
Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kenakan Rompi Oranye usai Diperiksa KPK, Langsung Ditahan
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
MPR Hargai Keputusan...
MPR Hargai Keputusan SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Final Ulang Lomba Cerdas Cermat
Ketua MPR Tegaskan Final...
Ketua MPR Tegaskan Final Cerdas Cermat di Kalbar Diulang, Juri Independen
KPAI Soroti Juri Cerdas...
KPAI Soroti Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Ingatkan Prinsip Adil dan Nondiskriminatif
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Deddy Corbuzier Soroti...
Deddy Corbuzier Soroti Kontroversi LCC Empat Pilar MPR, Tantang Juri Adu Pintar
Lomba Cerdas Cermat...
Lomba Cerdas Cermat MPR Diulang, SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut
Rekomendasi
Juergen Klopp Selangkah...
Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
Cara Mengatasi Morning...
Cara Mengatasi Morning Sickness agar Ibu Hamil Tetap Terpenuhi Nutrisinya
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Berita Terkini
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Hadiahi Istri Arist Merdeka Sirait Ziarah Holyland
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved