Pemerintah Siapkan Perpanjangan PPKM Darurat, Golkar: Evaluasi Dulu
Rabu, 14 Juli 2021 - 15:07 WIB
loading...
Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily meminta rencana perpanjangan kebijakan PPKM Darurat yang berakhir seharusnya pada 20 Juli 2021 untuk dikaji lagi. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily meminta PPKM Darurat yang berakhir pada 20 Juli 2021 untuk dikaji dan dievaluasi terlebih dahulu sebelum diputuskan untuk diperpanjang. "Banyak yang bertanya apakah perlu diperpanjang atau tidak, jawaban saya sederhana, evaluasi dahulu PPKM Darurat selama dua Minggu ini," ujar Ace Hasan Syadzily, Rabu (14/7/2021).
Menurutnya, pemerintah mempertimbangkan dan memiliki kajian yang mendalam tentang kemungkinan adanya perpanjangan PPKM Darurat hingga enam minggu.
"Tentu kajian tersebut didasarkan atas evaluasi PPKM Darurat yang telah berjalan selama dua minggu ini. Jika penularan Covid-19 masih belum terkendali dengan baik, atau setidaknya berdasarkan laporan harian Covid-19, belum ada tanda-tanda mereda, saya kira pemerintah jangan bertaruh dengan kesehatan masyarakat," jelas Ace Hasan Syadzily.
Baca juga: Cegah Mobilitas Masyarakat Jelang Idul Adha, Polisi Tambah Pos Penyekatan PPKM Darurat
Dari situ kemudian dapat diketahui sudah sejauhmana tingkat positivity rate dari tingkatan penularan Covid-19 akibat dari kebijakan PPKM Darurat selama dua minggu ini. Apakah dengan kebijakan PPKM Darurat ini, ada trend pengendalian yang lebih baik.
"Sejauhmana penanganan kesehatan masyarakat, adakah efektivitas pengetatan mobilitas masyarakat ini terhadap pengendalian penularan terutama penurunan angka keterisian fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas dan RS darurat yang telah dipersiapkan," lanjut Ace Hasan Syadzily.
Selain itu kata Ace, program vaksinasi Covid-19 juga harus terus digenjot secara maksimal hingga kekebalan komunitas bisa dikatakan terpenuhi. Pemerintah harus memastikan ketersediaan vaksin, dengan merk apapun asal memiliki tingkat efikasi yang tinggi, dan merata.
Menurutnya, pemerintah mempertimbangkan dan memiliki kajian yang mendalam tentang kemungkinan adanya perpanjangan PPKM Darurat hingga enam minggu.
"Tentu kajian tersebut didasarkan atas evaluasi PPKM Darurat yang telah berjalan selama dua minggu ini. Jika penularan Covid-19 masih belum terkendali dengan baik, atau setidaknya berdasarkan laporan harian Covid-19, belum ada tanda-tanda mereda, saya kira pemerintah jangan bertaruh dengan kesehatan masyarakat," jelas Ace Hasan Syadzily.
Baca juga: Cegah Mobilitas Masyarakat Jelang Idul Adha, Polisi Tambah Pos Penyekatan PPKM Darurat
Dari situ kemudian dapat diketahui sudah sejauhmana tingkat positivity rate dari tingkatan penularan Covid-19 akibat dari kebijakan PPKM Darurat selama dua minggu ini. Apakah dengan kebijakan PPKM Darurat ini, ada trend pengendalian yang lebih baik.
"Sejauhmana penanganan kesehatan masyarakat, adakah efektivitas pengetatan mobilitas masyarakat ini terhadap pengendalian penularan terutama penurunan angka keterisian fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas dan RS darurat yang telah dipersiapkan," lanjut Ace Hasan Syadzily.
Selain itu kata Ace, program vaksinasi Covid-19 juga harus terus digenjot secara maksimal hingga kekebalan komunitas bisa dikatakan terpenuhi. Pemerintah harus memastikan ketersediaan vaksin, dengan merk apapun asal memiliki tingkat efikasi yang tinggi, dan merata.
Lihat Juga :