Menkes Ungkap Alasan TNI Ditunjuk Distribusikan Obat Covid-19
Selasa, 13 Juli 2021 - 20:07 WIB
loading...
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan penunjukkan TNI untuk mendistribusikan obat Covid-19. FOTO/DOK.BNPB
A
A
A
JAKARTA - Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) Darurat , Luhut Binsar Pandjaitan memerintahkan agar distribusi obat-obatan Covid-19 dilakukan langsung oleh anggota TNI. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasannya.
"Mengenai obat-obatan ini memang itu tadi ada masalah distribusi untuk yang buatan dalam negeri, ya untuk buatan dalam negeri ini kenapa sudah diputuskan oleh Pak Menko Marinvest menggunakan TNI, karena ingin dipastikan itu tadi," kata Budi dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IX DPR secara daring, Selasa (13/7/2021).
Budi menjelaskan, obat COVID-19 sama halnya dengan oksigen. Banyak orang dari kalangan menengah ke atas membelinya untuk stok cadangan. Namun ia tidak bisa melarang, melainkan mengimbau agarobat-obatan itu dipergunakan sesuai dengan tujuannya untuk menyelamatkan nyawa bisa tercapai.
Baca juga: Bongkar Gudang Penimbunan Obat Covid-19, Polisi Sita Ratusan Boks Azithromycin
"Mungkin bisa menyelamatkan yang butuh yang ada di rumah sakit, yang memang butuh sudah tinggal saatnya saja. Nah ini sama juga seperti obat. Saya juga melihat, saya gak bisa menyalahkan," katanya.
Mantan Wamen BUMN ini mengatakan, semisal ada satu perusahaan besar yang memborong obat sebanyak 20.000 azithromycin untuk cadangan, maka yang membutuhkan obat itu akan kehilangan aksesnya. Hal ini tidak masalah dilakukan jika memang cadangannya berlebih, tapi kondisi pandemi hari ini tidak memungkinkan hal itu.
"Mengenai obat-obatan ini memang itu tadi ada masalah distribusi untuk yang buatan dalam negeri, ya untuk buatan dalam negeri ini kenapa sudah diputuskan oleh Pak Menko Marinvest menggunakan TNI, karena ingin dipastikan itu tadi," kata Budi dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IX DPR secara daring, Selasa (13/7/2021).
Budi menjelaskan, obat COVID-19 sama halnya dengan oksigen. Banyak orang dari kalangan menengah ke atas membelinya untuk stok cadangan. Namun ia tidak bisa melarang, melainkan mengimbau agarobat-obatan itu dipergunakan sesuai dengan tujuannya untuk menyelamatkan nyawa bisa tercapai.
Baca juga: Bongkar Gudang Penimbunan Obat Covid-19, Polisi Sita Ratusan Boks Azithromycin
"Mungkin bisa menyelamatkan yang butuh yang ada di rumah sakit, yang memang butuh sudah tinggal saatnya saja. Nah ini sama juga seperti obat. Saya juga melihat, saya gak bisa menyalahkan," katanya.
Mantan Wamen BUMN ini mengatakan, semisal ada satu perusahaan besar yang memborong obat sebanyak 20.000 azithromycin untuk cadangan, maka yang membutuhkan obat itu akan kehilangan aksesnya. Hal ini tidak masalah dilakukan jika memang cadangannya berlebih, tapi kondisi pandemi hari ini tidak memungkinkan hal itu.
Lihat Juga :