Aktivis 98 Geram Vaksinasi Gotong Royong Dinilai Mencederai Rasa Keadilan
Senin, 12 Juli 2021 - 18:46 WIB
loading...
A
A
A
Program vaksinasi gotong royong ini, menurut Benny, sebagai bentuk percepatan pemberian vaksin yang bisa dilakukan melalui partisipasi korporasi, swasta dan warga negara yang mampu secara ekonomi sehingga membantu program pemerintah. "Kami mendukung sosialisasi vaksinasi Gotong Royong ini. Solidaritas untuk rakyat dan berbagai prakarsa baik pemerintah, BUMN, korporasi swasta, individu maupun kelompok, dan seluruh elemen masyarakat terus dikedepankan. Percepatan vaksinasi adalah salah satu kebijakan, yang menyatu dengan kebijakan lainnya,” pungkas Benny.
Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Barikade 98 Arif Rahman yang juga sebagai Sekjen Pemuda Pancasila (PP) menyatakan, vaksin Gotong Royong ini sifatnya bukan paksaan, hanya bagi yang bersedia. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa pemerintah telah mencederai rasa keadilan rakyat. “Justru mereka yang memberikan komentar itulah yang sedang tidak ingin rakyatnya yang merasa mampu untuk ikut membantu pemerintah. Dan jangan-jangan mereka puas jika semakin banyak korban berjatuhan.
Arif mengajak seluruh korporasi baik swasta maupun BUMN menggunakan alokasi dana CSR untuk membantu rakyat baik melalui bantuan obat-obatan pencegahan Covid-19, vitamin maupun bantuan dapur umum. "Maka Berhentilah menebar rasa curiga, kebencian dan menghasut rakyat untuk tidak percaya kepada pemerintah dalam menangani Covid ini. Jika ini terus dilakukan, maka Saya yakin kesabaran mayoritas rakyat Indonesia pendukung pemerintah akan habis kesabarannya," tegas Arif.
Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Barikade 98 Arif Rahman yang juga sebagai Sekjen Pemuda Pancasila (PP) menyatakan, vaksin Gotong Royong ini sifatnya bukan paksaan, hanya bagi yang bersedia. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa pemerintah telah mencederai rasa keadilan rakyat. “Justru mereka yang memberikan komentar itulah yang sedang tidak ingin rakyatnya yang merasa mampu untuk ikut membantu pemerintah. Dan jangan-jangan mereka puas jika semakin banyak korban berjatuhan.
Arif mengajak seluruh korporasi baik swasta maupun BUMN menggunakan alokasi dana CSR untuk membantu rakyat baik melalui bantuan obat-obatan pencegahan Covid-19, vitamin maupun bantuan dapur umum. "Maka Berhentilah menebar rasa curiga, kebencian dan menghasut rakyat untuk tidak percaya kepada pemerintah dalam menangani Covid ini. Jika ini terus dilakukan, maka Saya yakin kesabaran mayoritas rakyat Indonesia pendukung pemerintah akan habis kesabarannya," tegas Arif.
(cip)
Lihat Juga :