Moeldoko Tegaskan Sejak Awal Presiden Jokowi Panglima Tertinggi Penanganan Covid-19

Sabtu, 10 Juli 2021 - 11:11 WIB
loading...
Moeldoko Tegaskan Sejak...
Presiden Jokowi meninjau lokasi kampung penerapan PPKM Mikro RW 01 di Kelurahan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (25/6/2021). Foto/Setpres/Agus Suparto
A A A
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menegaskan sejak awal panglima tertinggi penanganan Covid-19 adalah Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Menurutnya, Jokowi telah memberi contoh mengendalikan laju penularan virus corona kepada jajarannya.

"Sebenarnya dari awal panglima tertinggi dalam penanganan Covid ini adalah Presiden. Maka dari awal Presiden tidak pernah kendor, baik dalam komando pengendalian, dalam pengawasan, itu selalu dilakukan oleh Presiden," ujar Moeldoko dikutip dari video resminya, Sabtu (10/7/2021).

Mantan Panglima TNI itu mengatakan, Jokowi selalu menggelar rapat terbatas (ratas) Covid-19 dengan jajarannya sebanyak tiga kali dalam sepekan. Kepala Negara detail mengupdate data bawahannya.

"Contoh, rapat terbatas yang membicarakan khusus tentang Covid itu dalam satu minggu bisa tiga kali. Maknanya di situ Presiden mengawal, mengecek betul satu demi satu perkembangan Covid seperti apa dan apa-apa yang sudah dilakukan oleh bawahannya. Itu seorang panglima," ujarnya.

Baca juga: Jokowi Ajak Masyarakat Daftarkan Diri Jadi Relawan Penanganan Corona

Moeldoko membantah anggapan yang menyebutkan Presiden Jokowi tidak terlibat dalam pengendalian Covid. Menurut dia, Kepala Negara selalu bekerja. Isu Jokowi tidak ikut terlibat menangani pandemi kemungkinan diembuskan oleh pihak yang tidak memahami kerja pemerintah.

"Jadi sangat salah bahwa seolah-olah Presiden itu tidak mengendalikan Covid ini, tapi ya bisa dimaklumi mungkin karena mereka-mereka berada di luar yang tidak memahami mekanisme bekerja kami yang berada di kabinet ini di mana setiap saat Presiden bisa mengumpulkan para bawahannya," terangnya.

Lebih lanjut, Moeldoko mengatakan Presiden Jokowi telah menunjuk bawahannya untuk mengendalikan Covid-19. Pekerjaan itu didelegasikan kepada bawahannya terkait teknis-operasional di lapangan. Misalnya saja Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengomandoi PPKM Darurat di Jawa-Bali.

Menuju kepada efektivitas organisasi dan pengendalian Covid-19, Presiden menggunakan para bawahannya untuk bisa diberikan posisi-posisi pengendali pada sektornya masing-masing, khususnya di Jawa dan Bali. "Warnanya menjadi merah dan hitam, maka kondisi yang demikian ditunjuklah Pak Luhut sebagai pengendali sementara di kawasan itu, di zona itu," ucapnya.

Baca juga: Moeldoko Ingatkan Jangan Jadi Lalat Politik yang Ganggu Penanganan Pandemi

"Tetapi jangan salah kemarin dalam rapat kabinet juga disampaikan ada 43 kabupaten/kota dan tujuh provinsi di luar Jawa yang perlu untuk segera dipikirkan untuk PPKM Darurat itu dan itu masih dalam kendali dari Pak Airlangga Hartarto. Jadi ini perlu dipahami oleh masyarakat agar semuanya aware bahwa peran komando pengendali pusatnya masih tetap Presiden," tambahnya.

Moeldoko juga menegaskan hingga kini Presiden Jokowi dan jajarannya masih tegak lurus dan kompak dalam penanganan pandemi virus corona. Semua kemampuan negara untuk mengatasi wabah ini telah dikerahkan dengan tujuan menyelamatkan nyawa rakyat.

"Ada sebuah pandangan seolah-olah jajaran pemerintah tidak kompak, saya ingin luruskan bahwa panglima tertinggi atau Presiden masih sangat firm mengendalikan kementerian dan lembaga dalam satu tim yang solid, juga demikian para kepala daerah. Semua resources yang dimiliki oleh pemerintah telah dikerahkan untuk kepentingan menyelamatkan rakyat dari Covid ini dalam satu kendali Presiden."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Wajib Hadir di...
Jokowi Wajib Hadir di Persidangan Perkara Ijazah, Pengacara Roy Suryo: Kan Dia Pelapor
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
Rekomendasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Khotbah Jumat : Ada...
Khotbah Jumat : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Berita Terkini
Jokowi Wajib Hadir di...
Jokowi Wajib Hadir di Persidangan Perkara Ijazah, Pengacara Roy Suryo: Kan Dia Pelapor
Pengacara Ungkap Roy...
Pengacara Ungkap Roy Suryo-Tifa Merasa Diperlakukan Seperti Bukan Anak Bangsa saat Ditangkap Polisi
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Infografis
3 Alasan Presiden Jokowi...
3 Alasan Presiden Jokowi Cabut Status Pandemi Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved