JoMan Sebut AHY-Ibas Lagi Cari Panggung Naikkan Popularitas Demokrat
Kamis, 08 Juli 2021 - 23:58 WIB
loading...
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kelompok Relawan Jokowi Mania (JoMan) menilai dua bersaudara Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) dan Edhie Baskoro Yudhoyono ( Ibas ) sedang mencari panggung politik untuk menaikkan popularitas Partai Demokrat . Penilaian JoMan tersebut menanggapi pernyataan AHY dan Ibas soal ketidakmampuan negara mengatasi pandemi Covid-19.
Ketua JoMan Imanuel Ebenezer menilai, ini lagu lama tapi diaransemen ulang. "Ini kan pola lama yang terus-menerus yang dimainkan Demokrat," ujar Imanuel Ebenezer, Kamis (8/7/2021).
Ke depan, dia meyakini bahwa AHY dan Ibas akan semakin bersuara. Namun sayang, keduanya dinilai tidak dibekali kualitas tim Litbang dan komunikasi yang baik. Sehingga, lanjut dia, analisa AHY dan Ibas banyak ngawur karena data yang dipakai tidak kualitatif.
"Mendefinisikan failed nation alias negara gagal saja mereka salah. Negara sedang bertarung melawan pandemik. Kita pasti menang, tidak ada satu pun negara hari ini kalah melawan Covid," ujar pria yang akrab disapa Noel ini.
Baca juga: Putus Mata Rantai COVID-19, Ketua Satgas IDI Serukan Masyarakat Ibadah di Rumah Saja
Noel mengatakan, Indonesia baru tahun lalu masuk negara menengah ke atas setelah puluhan tahun. "Turun naik itu kan biasa. Tidak boleh justifikasi negara dalam keadaan bahaya," kata Aktivis 98 ini.
Menurut dia, seharusnya Partai Demokrat mengambil contoh dan berada di lini depan mendukung rakyat. Partai Demokrat juga disarankan meniru partai politik lain yang tidak asal bunyi mengkritik, bukan mencari kesalahan yang berujung pada upaya menaikkan popularitas partai.
Ketua JoMan Imanuel Ebenezer menilai, ini lagu lama tapi diaransemen ulang. "Ini kan pola lama yang terus-menerus yang dimainkan Demokrat," ujar Imanuel Ebenezer, Kamis (8/7/2021).
Ke depan, dia meyakini bahwa AHY dan Ibas akan semakin bersuara. Namun sayang, keduanya dinilai tidak dibekali kualitas tim Litbang dan komunikasi yang baik. Sehingga, lanjut dia, analisa AHY dan Ibas banyak ngawur karena data yang dipakai tidak kualitatif.
"Mendefinisikan failed nation alias negara gagal saja mereka salah. Negara sedang bertarung melawan pandemik. Kita pasti menang, tidak ada satu pun negara hari ini kalah melawan Covid," ujar pria yang akrab disapa Noel ini.
Baca juga: Putus Mata Rantai COVID-19, Ketua Satgas IDI Serukan Masyarakat Ibadah di Rumah Saja
Noel mengatakan, Indonesia baru tahun lalu masuk negara menengah ke atas setelah puluhan tahun. "Turun naik itu kan biasa. Tidak boleh justifikasi negara dalam keadaan bahaya," kata Aktivis 98 ini.
Menurut dia, seharusnya Partai Demokrat mengambil contoh dan berada di lini depan mendukung rakyat. Partai Demokrat juga disarankan meniru partai politik lain yang tidak asal bunyi mengkritik, bukan mencari kesalahan yang berujung pada upaya menaikkan popularitas partai.
Lihat Juga :