PPKM Darurat, Pemerintah Perlu Pendekatan Public Health Services
Kamis, 08 Juli 2021 - 12:02 WIB
loading...
A
A
A
"Kesannya RS BUMN hanya melayani kalangan tertentu. Mestinya pelayanan RS itu jangkauannya lebih luas, hingga ke orang-orang yang tidak mampu. Tidak masuk akal, di saat RS lain sudah tidak tampung pasien, tapi RS BUMN malah rasio BOR-nya hanya 65%," katanya.
Baca juga: Selama PPKM Darurat, Akses Jalan Utama, Tol hingga Perumahan Ditutup
Di saat kelangkaan tabung oksigen, death of rate pasien COVID-19 juga makin tinggi. Berdasarkan data Gugus Covid-19 Nasional, sebanyak 1.040 orang meninggal pada Rabu (7/7/2021). Angka ini meningkat dari dua hari sebelumnya di kisaran 500-an.
"Di saat yang sama terjadi kelangkaan tabung oksigen. Kita bisa saja berasumsi, angka kematian yang terus bertambah memiliki hubungan dengan kelangkaan tabung oksigen. Ini hal-hal penting terkait public health services," katanya.
Meski menyatakan pasokan tabung oksigen cukup di RS, tapi buktinya pemerintah impor 10.000 konsentrator oksigen dari Singapura. Hal itu artinya pasokan tabung oksigen dalam negeri tidak cukup.
"Padahal kita tahu, Covid-19 gelombang ke-2 dengan kebanyakan varian delta seperti di Jakarta, penyebarannya sangat cepat dan sangat berisiko pada kematian sebagaimana yang terjadi di India. Mestinya pemerintah sudah mawas dan siaga," katanya.
Baca juga: Selama PPKM Darurat, Akses Jalan Utama, Tol hingga Perumahan Ditutup
Di saat kelangkaan tabung oksigen, death of rate pasien COVID-19 juga makin tinggi. Berdasarkan data Gugus Covid-19 Nasional, sebanyak 1.040 orang meninggal pada Rabu (7/7/2021). Angka ini meningkat dari dua hari sebelumnya di kisaran 500-an.
"Di saat yang sama terjadi kelangkaan tabung oksigen. Kita bisa saja berasumsi, angka kematian yang terus bertambah memiliki hubungan dengan kelangkaan tabung oksigen. Ini hal-hal penting terkait public health services," katanya.
Meski menyatakan pasokan tabung oksigen cukup di RS, tapi buktinya pemerintah impor 10.000 konsentrator oksigen dari Singapura. Hal itu artinya pasokan tabung oksigen dalam negeri tidak cukup.
"Padahal kita tahu, Covid-19 gelombang ke-2 dengan kebanyakan varian delta seperti di Jakarta, penyebarannya sangat cepat dan sangat berisiko pada kematian sebagaimana yang terjadi di India. Mestinya pemerintah sudah mawas dan siaga," katanya.
Lihat Juga :