Politikus PDIP Arteria Dahlan Prihatin dengan Kualitas Mahasiswa Sekarang

Rabu, 07 Juli 2021 - 17:23 WIB
loading...
Politikus PDIP Arteria...
Anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan memberikan tanggapan terkait siaran pers surat kaleng yang mengaku berasal dari BEM Keluarga Mahasiswa Unnes. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan memberikan tanggapan terkait siaran pers tanpa identitas jelas narasumbernya (surat kaleng) yang mengaku berasal dari BEM Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Baca juga: Keren, Mahasiswa UI Harumkan Nama Bangsa di Kompetisi Kapal Internasional

Dalam surat tersebut, institusi tersebut menuding tiga sosok yakni Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Dalam surat tersebut juga mengkritisi kebijakan UU KPK, Minerba, dan Omnibuslaw.

"Ya jujur saya sangat sedih sekaligus prihatin, stigma yang dengan mudahnya dilontarkan oleh yang namanya "maha siswa" khususnya Ketua DPR dikatakan sedemikian. Saya menayakan paham enggak sih apa yang disampaikan? Kok dangkal sekali ya, hanya dengan mendasarkan pada beberapa fakta atau bahkan kepingan suatu fakta yang tidak utuh, hanya dengan mendasarkan prasangka tanpa terlebih dahulu melakukan penelitian," ujar Arteria Dahlan, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Terdesak Uang Kos, Mahasiswa Nekat Curi Laptop dan Ponsel

Menurutnya sebuah kajian itu seharusnya kemudian diuji publik oleh para mahasiswa dan bukan tiba-tiba melakukan simpulan simpulan cenderung menista, memfitnah dan menyerang kehormatan seseorang, apalagi orang tersebut Kepala Lembaga Tinggi Negara dan kepala lembaga kepresidenan.

"Saya dulu pernah mahasiswa, jaman saya dulu untuk kita bersikap (belum turun ke jalan) harus melalui rangkaian diskusi-diskusi yang melibatkan kegiatan riset, kajian dan uji publik. Tidak seperti sekarang valuenya jauh berbeda, apalagi berlindung dibalik kata mengkritik padahal sudah patut diduga itu bukan kritik tapi ada indikasi sengaja menista," tambah Arteria Dahlan.

"Saya pertanyakan BEM KM Unnes kalian hidup dimana? Apa ada baca berita koran, media sosial dan lain-lain. Apa tidak terbiasa menggunakan akal sehat sedikitlah sebelum melontarkan hal-hal yang demikian? Dangkal sekali logika berpikirnya masa hanya karena RUU PKS yang tak kunjung disahkan, Ibu Ketua DPR dinilai tidak berparadigma kerakyatan dan tidak berpihak pada kalangan rentan," lanjutnya.

Sebagai mahasiswa, Arteria Dahlan menyebutkan seharusnya mereka tahu betul arti 'maha siswa'. Mereka seharusnya bersikap minimal memiliki intelektual dan mendasarkan pendapatnya pada ilmu pengetahuan dan akal pikirnya.

"Membentuk UU itu tidak hanya tanggung jawab DPR, karena harus melibatkan persetujuan pemerintah. Makanya belajar dulu ya tidak usah sampai pinter deh, tapi paham aturan hukum sudah cukup sebelum komentar. Kalian pantau dong kerja-kerja legislasi di DPR kan sudah live video streaming agar tidak gagal paham," jelas Arteria Dahlan.

Perihal sejumlah UU yang dikritisi para mahasiswa, Arteria Dahlan memberikan argumentasi balik terhadap tudingan mahasiswa.

"Nah saya sedih nih dengernya, kalau dipersoalkan UU KPK, UU Minerba, UU Omnibus Law Ciptaker kok dibahas, ya memang harus dibahas segera. Kenapa? Ya kalian harus paham prosedur pembentukan peraturan perundang-undangan. Apalagi sudah disepakati sebagai RUU prioritas untuk dibahas," ucapnya.

"Jadi belajar dulu sebelum bicara. Kan memalukan, mau terlihat smart padahal mempertontonkan kebodohannya sendiri, pakai contoh RUU PKS dan RUU PRT lagi. Harusnya kalian lihat itu di prolegnas prioritas tahun 2021, banyak hal yang kalian tidak ketahui sudah kami kerjakan untuk bangsa dan negara ini tanpa sekalipun mempertontonkannya kepada publik, karena kami anggap sebagai kewajiban," tandas Arteria Dahlan.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Rekomendasi
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Berita Terkini
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Prabowo Sindir Penolak...
Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Kejagung Sebut Kasus...
Kejagung Sebut Kasus Pencurian Sandal Jepit Tak Harus ke Pengadilan, Bisa Diselesaikan lewat RJ
2 Calon Manajer Kopdes...
2 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil, TB Hasanuddin Berharap Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Jaksa Agung Singgung...
Jaksa Agung Singgung Wacana Peleburan Pidum-Pidsus demi Penanganan Perkara Lebih Efisien
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved