Ini 5 Penyebab Pandemi Covid-19 Memburuk di Tanah Air

Selasa, 06 Juli 2021 - 11:13 WIB
loading...
Ini 5 Penyebab Pandemi...
Alih-alin membatasi mobilitas masyarakat, pemerintah malah mempromosikan aktivitas pariwisata. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah dinilai gagal menangani pandemi Covid-19 . Hal ini setidaknya bisa dilihat dari lonjakan kasus serta banyaknya masyarakat serta tenaga medis yang meninggal. Pengamat hukum dan HAM dari Universitas Airlangga Herlambang Wiratraman menyatakan ada tiga kegagalan pemerintah.

Pertama, tingginya angka kasus Covid-19. Kegagalan kedua adalah ambruknya RS, ketidaktersediaan oksigen sehingga banyak warga meninggal. Kegagalan ketiga adalah tingginya angka nakes yang meninggal. Ini terjadi karena pemerintah abai. Dia melihat pemerintah tidak sungguh-sungguh dalam menangani pandemi sehingga masyarakat banyak yang rentan menjadi korban.

“Apakah pemerintah hari ini sudah tak ada rasa peka, nihilnya keberpihakan pada hak-hak warga bangsa? Bukankah Pasal 28I ayat (4)UUDNRI 1945 menjelaskan siapa yang harus tanggung jawab? Secara khusus disebutkan Pasal 28H ayat (1): Setiap orang berhak sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan; dan Pasal 34 ayat (3): Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Herlambang dalam diskusi publik yang diselenggarakan Konsorsium Masyarakat untuk Kesehatan Publik, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Covid-19 Makin Banyak Renggut Nyawa Rakyat, Pemerintah Perlu Akui Sudah Gawat

Menurut Herlambang, ada lima penyebab pandemi Covid-19 di Tanah Air semakin memburuk. Pertama, alih-alih menutup dan membatasi mobilitas masyarakat, pemerintah malah mempromosikan wisata. Kedua, pemerintah terlambat merespons ledakan kasus karena instruksi yang semestinya dikeluarkan presiden dilakukan level menteri.

Ketiga, pemerintah terlalu fokus pada ekonomi. Keempat, pemerintah masih denial akan ledakan kasus. Kelima, pemerintah tidak mengupayakan secara sistematik upaya 3T, dan pembungkaman terhadap mereka yang menyuarakan atau mengkritisi penanganan pandemi.

“Kematian yang tak bisa diantisipasi dengan penyediaan layanan medis, menunjukkan fakta jelas tentang kegagalan negara dan dapat disebut sebagai constitutional failure. Pemerintahan Jokowi harus meminta maaf terbuka dan menegaskan tanggung jawab hukum dan politiknya,” tutur Herlambang.

Baca juga: Gawat! Sehari 558 Orang Meninggal Akibat Covid-19

Sementara Lalola Easter dari Indonesia Corruption Watch (ICW) fokus pada penyebab adanya korupsi di masa pandemi. korupsi memperparah pandemi karena sebenarnya serapan anggaran Covid-19 dapat ditingkatkan untuk meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan.

Tetapi dari awal, kata dia, pemerintah sudah salah langkah. Masih banyak serapan anggaran rendah untuk penanganan Covid-19. Irosnisnyaprogram infrastruktur yang tidak urgent tetap dilanjutkan. Semestinya realisasi anggaran difokuskan untuk pengendalian pandemi agar RS sudah ambruk.

”Kami melihat pemerintah tidak benar-benar mendengarkan suara rakyatnya. Gawat daruratnya situasi saat ini menunjukkan bahwa suara-suara ahli kesehatan masyarakat, sosiolog, mahasiswa, dan banyak lagi mereka yang bukan berafiliasi dengan pemerintah yang berteriak sekuat tenaga mengingatkan dan berniat baik membantu mengendalikan pandemi tidak dipedulikan,” kata Easter.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Lonjakan Kasus...
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Partai Perindo Minta Pemerintah Gencarkan Vaksin dan Prokes
Update Covid-19 di Indonesia...
Update Covid-19 di Indonesia Bertambah 215 Kasus, Meninggal 3 Orang
Update Covid-19 di Indonesia,...
Update Covid-19 di Indonesia, Bertambah 212 Kasus, Meninggal 2 Orang
Covid-19 Hari Ini di...
Covid-19 Hari Ini di Tanah Air Bertambah 119 Kasus, Meninggal 2 Orang
Update Covid-19 di Indonesia...
Update Covid-19 di Indonesia Bertambah 199 Kasus, Meninggal 1 Orang
Covid-19 di Indonesia...
Covid-19 di Indonesia Hari Ini Bertambah 211 Kasus
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Ini Penyebab Kasus Covid-19...
Ini Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak, Salah Satunya Mutasi Virus
Kasus Covid-19 di Jakarta...
Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah Jadi 365, 44 Dirawat Rumah Sakit
Rekomendasi
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved