WNA Boleh Masuk, Wasekjen Demokrat Sebut PPKM Darurat Melempem

Senin, 05 Juli 2021 - 10:54 WIB
loading...
WNA Boleh Masuk, Wasekjen...
Wasekjen Partai Demokrat Irwan menyebut kebijakan PPKM darurat melempem karena masih mengizinkan warga asing masuk. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Masuknya 20 tenaga kerja asing (TKA) asal China melalui Bandara Sultan Hasanuddin, Makassardisayangkan banyak pihak. Pasalnya, kejadian seperti ini terus berulang dan memperkaya varian Covid-19 di Tanah Air. Terlebih kedatangan mereka berekatan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat .

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Irwan melihat sejak awal kebijakan PPKM Darurat tidak maksimal, bahkan melempem.

"PPKM Darurat ini sejak awal saya katakan tidak akan maksimal selama kebijakan pemerintahnya yang tidak tegas dan inkonsisten. Kebijakan PPKM Darurat ini melempem," kata pria yang akrab disapa Irwan Fecho ini saat dihubungi, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Hari Ketiga PPKM Darurat, Pos Penyekatan Kalimalang Macet Total

Alasannya, Irwan memberkan, pemerintah telah gagal mendapatkan kembali kepercayaan rakyat bahwa pemerintah mampu menangani pandemi ini. Hari ini, masyarakat dipaksa dan diancam pidana untuk patuh, tapi pemerintah sendiri gagal memberikan rasa keadilan dan kepercayaan.

"Rakyat di dalam negeri dibatasi geraknya tetapi transportasi penumpang internasional darat, laut dan juga udara terus berlangsung sejak awal pandemi. Semua kan tahu virus ini bukan virus endemik Indonesia tapi virus dari luar negeri tapi kebijakan pembatasan kedatangan internasionalnya sudah melempem sejak awal pandemi," tukasnya.

Menurut Anggota Komisi V DPR ini, kalau benar pemerintah ingin PPKM Darurat ini berhasil menekan laju kasus di Tanah Air, pemerintah harus meyakinkan rakyat dan membuat rakyat patuh terhadap aturan pemerintah. Salah satunya dengan menutup pintu masuk internasional, karena varian baru terus muncul di berbagai negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Apresiasi Penangkapan...
Apresiasi Penangkapan 321 WNA Sindikat Judi Online, Penasihat Ahli Kapolri: Sangat Meresahkan
Polri Buru Aktor Utama...
Polri Buru Aktor Utama Sindikat Judol Internasional melalui Aliran Dana
1 WNI Terlibat Sindikat...
1 WNI Terlibat Sindikat Judol Ditahan di Rutan Bareskrim
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Rekomendasi
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Berita Terkini
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved