Turut Berdukacita, Ketua DPD RI Berharap Seluruh Korban KMP Yunicee Ditemukan
Rabu, 30 Juni 2021 - 15:46 WIB
loading...
A
A
A
Untuk membantu proses evakuasi, TNI Angkatan Laut telah mengerahkan KRI Soputan-923 dan KRI Rigel-933 yang merupakan KRI jenis kapal survei Hydro Oseanografi. KRI Rigel mempunyai kemampuan khusus untuk mendeteksi bawah air.
Baca juga: Tragis! Tenggelam di Bali, Banyak Penumpang KMP Yunice Tak Terdaftar di Manifes
Dari hasil pencarian, KMP Yunicee ditemukan tenggelam di dasar Selat Bali dengan kedalaman 78 meter. Kapal juga terseret arus hingga 1,6 KM dari Pelabuhan Gilimanuk. "Saya juga meminta agar dilakukan investigasi menyeluruh mengenai penyebab tenggelamnya kapal, apakah karena faktor teknis, alam, atau karena human error," tutur LaNyalla.
Bila ditemukan kesalahan manusia, Senator asal Jawa Timur ini meminta pihak berwenang melakukan pertanggungjawaban yang lebih kepada korban.
LaNyalla juga meminta dilakukan audit internal untuk mengetahui penyebab kecelakaan. "Kementerian Perhubungan perlu mengevaluasi keamanan armada laut, dan kejadian tenggelamnya kapal angkutan harus menjadi tolok ukur untuk meningkatkan tingkat keamanan dan kelayakan angkutan, agar meminimalisir angka kecelakaan," ucapnya.
LaNyalla mengingatkan, pentingnya peningkatan standar keamanan angkutan laut. Dengan begitu, kejadian serupa tidak terulang kembali. "Pihak Jasa Raharja sudah memastikan telah menjamin seluruh penumpang. Pendataan harus dilakukan secara cepat, sehingga proses jaminan asuransi bisa segera diurus," tegas LaNyalla.
Baca juga: Tragis! Tenggelam di Bali, Banyak Penumpang KMP Yunice Tak Terdaftar di Manifes
Dari hasil pencarian, KMP Yunicee ditemukan tenggelam di dasar Selat Bali dengan kedalaman 78 meter. Kapal juga terseret arus hingga 1,6 KM dari Pelabuhan Gilimanuk. "Saya juga meminta agar dilakukan investigasi menyeluruh mengenai penyebab tenggelamnya kapal, apakah karena faktor teknis, alam, atau karena human error," tutur LaNyalla.
Bila ditemukan kesalahan manusia, Senator asal Jawa Timur ini meminta pihak berwenang melakukan pertanggungjawaban yang lebih kepada korban.
LaNyalla juga meminta dilakukan audit internal untuk mengetahui penyebab kecelakaan. "Kementerian Perhubungan perlu mengevaluasi keamanan armada laut, dan kejadian tenggelamnya kapal angkutan harus menjadi tolok ukur untuk meningkatkan tingkat keamanan dan kelayakan angkutan, agar meminimalisir angka kecelakaan," ucapnya.
LaNyalla mengingatkan, pentingnya peningkatan standar keamanan angkutan laut. Dengan begitu, kejadian serupa tidak terulang kembali. "Pihak Jasa Raharja sudah memastikan telah menjamin seluruh penumpang. Pendataan harus dilakukan secara cepat, sehingga proses jaminan asuransi bisa segera diurus," tegas LaNyalla.
Lihat Juga :