Kronologi BEM UI Dipanggil Pihak Rektorat Usai Kritik Jokowi
Senin, 28 Juni 2021 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Atas surat panggilan tersebut, sejumlah tokoh nasional ikut angkat bicara di antaranya Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, mantan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Wasekjen Partai Demokrat Irwan Fecho, dan mantan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Para tokoh tersebut mengkritik langkah Rektorat yang melakukan pemanggilan terhadap pengurus BEM UI tersebut.
Atas panggilan tersebut Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra mengatakan telah memenuhi panggilan tersebut. Dari sejumlah pengurus yang dipanggil, hanya beberapa yang mewakili untuk memenuhi pemanggilan tersebut.
"Iya benar, kita sudah memenuhi panggilan. Perwakilan saya sebagai Ketua BEM UI, Yogie Wakil Ketua, dan Ketua DPM UI," ujar Leon kepada MNC Portal Indonesia, Senin (28/6/2021).
Dalam pemanggilan tersebut dia mengaku telah dimintai keterangan oleh pihak Rektorat mengenai meme kritik Jokowi tersebut. Pihak rektorat mempertanyakan mengenai substansi pesan yang masukkan dalam meme bernada mengkritik tersebut. Baca juga: Telah Penuhi Panggilan Rektorat, BEM UI Singgung Nama Fadjroel Rachman
"Rektorat menanyakan substansi apa saja yan dibawa, kenapa bentuk propagandanya menggunakan meme presiden dan lain-lain," jelasnya.
Atas panggilan tersebut Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra mengatakan telah memenuhi panggilan tersebut. Dari sejumlah pengurus yang dipanggil, hanya beberapa yang mewakili untuk memenuhi pemanggilan tersebut.
"Iya benar, kita sudah memenuhi panggilan. Perwakilan saya sebagai Ketua BEM UI, Yogie Wakil Ketua, dan Ketua DPM UI," ujar Leon kepada MNC Portal Indonesia, Senin (28/6/2021).
Dalam pemanggilan tersebut dia mengaku telah dimintai keterangan oleh pihak Rektorat mengenai meme kritik Jokowi tersebut. Pihak rektorat mempertanyakan mengenai substansi pesan yang masukkan dalam meme bernada mengkritik tersebut. Baca juga: Telah Penuhi Panggilan Rektorat, BEM UI Singgung Nama Fadjroel Rachman
"Rektorat menanyakan substansi apa saja yan dibawa, kenapa bentuk propagandanya menggunakan meme presiden dan lain-lain," jelasnya.
(kri)
Lihat Juga :