Peringati Hari Keluarga Nasional, Komisi PRK MUI Gelar Webinar Nasional Cegah Stunting
Minggu, 27 Juni 2021 - 18:21 WIB
loading...
Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga MUI akan memandang stunting bisa dicegah dengan pengetahuan yang memadai soal gizi seimbang. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Stunting atau kurang gizi pada bayi masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Salah satu penyebabnya berkaitan dengan informasi dan pengetahuan masyarakat mengenai keseimbangan gizi, khususnya pada balita.
Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (KPRK-MUI) Siti Ma’rifah menjelaskan, stunting berisiko melemahkan daya imunitas, juga menghambat pertumbuhan fisik dan menghambat perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan.
Melihat dampak stunting yang serius, Ia menekankan pentingnya dilakukan upaya-upaya untuk mencegah stunting agar dapat tercipta generasi masa depan yang berkualitas, kuat, sehat lahir dan batin, serta tumbuh dan berkembang optimal.
"Seperti dengan melakukan intervensi gizi pada seluruh anggota keluarga yang mencakup suami, istri, dan anak, sebagaimana yang tertuang dalam UU Nomor 52 tahun 2009," ujarnya dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Minggu (27/6/2021).
Baca juga: Fatwa MUI: Jenazah Korban COVID-19 Boleh Dimakamkan Secara Massal
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, mencegah stunting berarti juga mencegah generasi yang lemah dan mempersiapkan generasi umat yang kuat seperti dalam perintah Al-Qur’an Surat An-Nissa : ayat 9. Oleh karenanya, ia berharap webinar ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan gejala-gejalanya serta bagaimana cara pencegahannya serta memberikan pengetahuan tentang gizi seimbang kepada masyarakat.
Berkenaan dengan hal itulah, menjelang Hari Keluarga Nasional 2021, KPRK-MUI menyelenggarakan kegiatan Webinar Nasional Pencegahan Stunting.
Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (KPRK-MUI) Siti Ma’rifah menjelaskan, stunting berisiko melemahkan daya imunitas, juga menghambat pertumbuhan fisik dan menghambat perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan.
Melihat dampak stunting yang serius, Ia menekankan pentingnya dilakukan upaya-upaya untuk mencegah stunting agar dapat tercipta generasi masa depan yang berkualitas, kuat, sehat lahir dan batin, serta tumbuh dan berkembang optimal.
"Seperti dengan melakukan intervensi gizi pada seluruh anggota keluarga yang mencakup suami, istri, dan anak, sebagaimana yang tertuang dalam UU Nomor 52 tahun 2009," ujarnya dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Minggu (27/6/2021).
Baca juga: Fatwa MUI: Jenazah Korban COVID-19 Boleh Dimakamkan Secara Massal
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, mencegah stunting berarti juga mencegah generasi yang lemah dan mempersiapkan generasi umat yang kuat seperti dalam perintah Al-Qur’an Surat An-Nissa : ayat 9. Oleh karenanya, ia berharap webinar ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan gejala-gejalanya serta bagaimana cara pencegahannya serta memberikan pengetahuan tentang gizi seimbang kepada masyarakat.
Berkenaan dengan hal itulah, menjelang Hari Keluarga Nasional 2021, KPRK-MUI menyelenggarakan kegiatan Webinar Nasional Pencegahan Stunting.
Lihat Juga :