Kasus Corona Melonjak, Sistem Kesehatan Indonesia Dinilai Makin Kedodoran
Jum'at, 25 Juni 2021 - 23:28 WIB
loading...
Indonesia tengah mengalami lonjakan kasus virus Corona. Hal itu dibuktikan dengan besarnya persentase keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Indonesia tengah mengalami lonjakan kasus virus Corona (Covid-19). Hal itu salah satunya dibuktikan dengan besarnya persentase keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan. Bahkan, banyak di antara pasien positif Covid yang tidak bisa mendapatkan ranjang.
Baca juga: Puluhan Nakes di Depok Terpapar Corona di Tengah Lonjakan Pasien Covid-19
Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Heryawan mengatakan, saat ini Indonesia sedang berhadapan dengan situasi pandemi yang semakin memburuk. "Sementara sistem kesehatan kita makin kedodoran," ucapnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (25/6/2021).
Baca juga: Ilmuwan Telusuri Gen Virus Corona yang Tahun Lalu Diam-diam Dihapus di Wuhan
Bukti situasi pandemi yang makin memburuk juga ditunjukkan dengan banyaknya tenaga kesehatan (nakes) terpapar Corona, antrian jenazah yang belum dikubur, limbah medis berserakan, dan lain sebagainya.
"Saya berharap pemerintah memperbaiki disaster management dalam penanganan pandemi ini dari urusan hulu sampai ke hilir," terang legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Baca juga: Pandemi Corona, Panglima TNI Bersama Kapolri dan Menkes Sidak
Netty mengatakan pemerintah pusat harus bergerak cepat dan jangan melemparkan tanggung jawab kepada pemerintah daerah. "Dengan Bed Occupancy Rate (BOR) yang hampir mencapai 90 persen, pemerintah harus berani mengambil skenario PSBB ketat atau lockdown, terutama di daerah dengan zona merah," jelas dia.
Pemerintah juga harus menyiapkan rumah sakit lapangan, memfungsikan tempat-tempat umum, seperti asrama haji dan sekolah, sebagai tempat isolasi bagi pasien bergejala ringan sampai sedang, serta menyiagakan tenaga kesehatan dengan segala APD dan insentifnya.
"Skenario tenaga kesehatan cadangan perlu disiapkan, termasuk bekerja sama dengan TNI/Polri untuk menambah jumlah nakes," jelas Netty.
Di samping itu, ia menambahkan, akselerasi vaksinasi juga harus dilakukan. Pemerintah harus memastikan ketersediaan vaksin dengan tingkat efikasi memadai, proses distribusi yang merata dan cepat, jumlah sasaran tervaksin sesuai target serta edukasi pada masyarakat agar memahami kinerja vaksin dalam membangun kekebalan tubuh.
Baca juga: Puluhan Nakes di Depok Terpapar Corona di Tengah Lonjakan Pasien Covid-19
Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Heryawan mengatakan, saat ini Indonesia sedang berhadapan dengan situasi pandemi yang semakin memburuk. "Sementara sistem kesehatan kita makin kedodoran," ucapnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (25/6/2021).
Baca juga: Ilmuwan Telusuri Gen Virus Corona yang Tahun Lalu Diam-diam Dihapus di Wuhan
Bukti situasi pandemi yang makin memburuk juga ditunjukkan dengan banyaknya tenaga kesehatan (nakes) terpapar Corona, antrian jenazah yang belum dikubur, limbah medis berserakan, dan lain sebagainya.
"Saya berharap pemerintah memperbaiki disaster management dalam penanganan pandemi ini dari urusan hulu sampai ke hilir," terang legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Baca juga: Pandemi Corona, Panglima TNI Bersama Kapolri dan Menkes Sidak
Netty mengatakan pemerintah pusat harus bergerak cepat dan jangan melemparkan tanggung jawab kepada pemerintah daerah. "Dengan Bed Occupancy Rate (BOR) yang hampir mencapai 90 persen, pemerintah harus berani mengambil skenario PSBB ketat atau lockdown, terutama di daerah dengan zona merah," jelas dia.
Pemerintah juga harus menyiapkan rumah sakit lapangan, memfungsikan tempat-tempat umum, seperti asrama haji dan sekolah, sebagai tempat isolasi bagi pasien bergejala ringan sampai sedang, serta menyiagakan tenaga kesehatan dengan segala APD dan insentifnya.
"Skenario tenaga kesehatan cadangan perlu disiapkan, termasuk bekerja sama dengan TNI/Polri untuk menambah jumlah nakes," jelas Netty.
Di samping itu, ia menambahkan, akselerasi vaksinasi juga harus dilakukan. Pemerintah harus memastikan ketersediaan vaksin dengan tingkat efikasi memadai, proses distribusi yang merata dan cepat, jumlah sasaran tervaksin sesuai target serta edukasi pada masyarakat agar memahami kinerja vaksin dalam membangun kekebalan tubuh.
(maf)
Lihat Juga :