Cegah Paham Radikal Lewat Sinergi Pemerintah, Tokoh Adat dan Masyarakat
Kamis, 24 Juni 2021 - 23:43 WIB
loading...
Silaturahmi Kebangsaan di Kabupaten Merauke. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah, tokoh agama , tokoh adat , dan masyarakat Merauke diajak untuk memperkuat pencegahan berkembangnya paham radikal intoleran yang mengarah pada terorisme . Sinergi tersebut dinilai penting agar upaya pencegahan itu lebih efektif dan maksimal.
“Hari ini yang terpenting adalah bagaimana kita bersama sama dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemerintahan yang ada kita memaksimalkan, mengefektifkan upaya-upaya pencegahan berkembangnya paham radikal intoleran yang mengarah pada terorisme di tanah Papua, khususnya di Kabupaten Merauke,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Boy Rafli Amar.
Pernyataan itu diucapkan pada kegiatan Silaturahmi Kebangsaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme bersama Forkopimda, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama Kabupaten Merauke di Merauke, Kamis (24/6/2021). Baca juga: Pemuka Agama Ujung Tombak Pencegahan Paham Radikal Terorisme
Lebih lanjut Boy Rafli mengatakan selama ini, penanganan terorisme yang dilakukan aparat TNI/Polri merupakan dari sisi penegakan hukum. Karena itu upaya soft approach atau pencegahan yang harus dilakukan adalah melakukan penguatan kepada seluruh masyarakat sehingga tidak ada satu pun kekerasan yang terjadi dan berdampak menimbulkan korban jiwa, termasuk di tanah Papua.
Ia melanjutkan, sebagai rasa bentuk tanggung jawab, negara harus menemukan cara yang efektif agar kekerasan itu tidak berdampak pada kesengsaraan masyarakat. Sedangkan proses yang terkait dengan penegakan hukum dari pihak masyarakat yang bersenjata tetap dilaksanakan oleh Polri dan TNI. Intinya, tujuan utamanya adalah bagaimana negara menjadi kuat dalam meniadakan perilaku kekerasan apalagi terorisme.
“Hari ini yang terpenting adalah bagaimana kita bersama sama dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemerintahan yang ada kita memaksimalkan, mengefektifkan upaya-upaya pencegahan berkembangnya paham radikal intoleran yang mengarah pada terorisme di tanah Papua, khususnya di Kabupaten Merauke,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Boy Rafli Amar.
Pernyataan itu diucapkan pada kegiatan Silaturahmi Kebangsaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme bersama Forkopimda, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama Kabupaten Merauke di Merauke, Kamis (24/6/2021). Baca juga: Pemuka Agama Ujung Tombak Pencegahan Paham Radikal Terorisme
Lebih lanjut Boy Rafli mengatakan selama ini, penanganan terorisme yang dilakukan aparat TNI/Polri merupakan dari sisi penegakan hukum. Karena itu upaya soft approach atau pencegahan yang harus dilakukan adalah melakukan penguatan kepada seluruh masyarakat sehingga tidak ada satu pun kekerasan yang terjadi dan berdampak menimbulkan korban jiwa, termasuk di tanah Papua.
Ia melanjutkan, sebagai rasa bentuk tanggung jawab, negara harus menemukan cara yang efektif agar kekerasan itu tidak berdampak pada kesengsaraan masyarakat. Sedangkan proses yang terkait dengan penegakan hukum dari pihak masyarakat yang bersenjata tetap dilaksanakan oleh Polri dan TNI. Intinya, tujuan utamanya adalah bagaimana negara menjadi kuat dalam meniadakan perilaku kekerasan apalagi terorisme.
Lihat Juga :