Peserta SLISN Lemhannas RI PPRA LXII Kunjungi KEK Mandalika NTB

Selasa, 22 Juni 2021 - 22:38 WIB
loading...
Peserta SLISN Lemhannas...
Ketua Rombongan Peserta SLISN PPRA LXII Lemhannas RI, Laksamana Muda Suratno. FOTO/IST
A A A
LOMBOK TENGAH - Peserta Lemhannas RI PPRA LXII mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika , Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kunjungan ini dalam rangka Studi Lapangan Isu Strategi Nasional (SLISN) tentang Evaluasi Terhadap Implementasi Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

Dalam kunjungan tersebut, Lemhannas menggelar Forum Grup Discussion (FGD) dengan seluruh stakeholder, dengan beberapa narasumber, seperti Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bari; Ketua DPRD Provinsi NTB Baiq Isvie Rupaedah; Gubernur NTB Zulkieflimansyah; Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal; Wakil Rektor Universitas Mataram Prof Kurniawan; Managing Director ITDC Mandalika Bram Subiandoro, dan selaku Moderator acara forum diskusi ini yaitu Prof A B Susanto.

Baca juga: Pengembangan Infrastruktur Dasar Area Timur KEK Mandalika Telan Rp1,7 Triliun

"Ketua rombongan peserta SLISN PPRA LXII Lemhannas RI, Laksamana Muda TNI Suratno, mengatakan, pihaknya melakukan kunjungan ke KEK Mandalika dengan tujuan untuk mencari informasi terkait sejauhmana perkembangan pembangunan Sirkuit Moto GP Mandalika NTB ini.

“Kedatangan rombongan kami ke Sirkuit Mandalika dengan tujuan untuk mengadakan studi kasus, dan mencoba untuk mengorek permasalahan yang selama ini tengah menjadi polemik di masyarakat sekitar secara holistik dan komprehensif, terkait dengan pembangunan KEK Mandalika yang juga sudah menjadi isu nasional. Karena berdasarkan laporan yang kami terima, pembangunan KEK Mandalika terindikasi ada permasalahan tentang pelanggaran HAM,” kata Laksamana Muda TNI Suratno di acara Forum Grup Discussion, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Pembebasan Lahan Belum Tuntas Hambat Pengembangan KEK Mandalika

"Laksamana Muda TNI Suratno pun berharap dengan adanya forum diskusi tersebut bisa menghasilkan solusi yang terbaik untuk kehidupan masyarakat NTB, terutama terkait dalam pembangunan mega proyek pariwisata di Mandalika itu.

“Jika ada masalah dalam pembangunan KEK Mandalika tersebut, cobalah untuk mendiskusikanya di forum ini sehingga muncul titik temu yang diharapkan bisa menjadi suatu jalan keluar, atau solusi terkait permasalahan tersebut,” tuturnya.

Suratno mengatakanm permasalahan sengketa tanah warga sekitar KEK Mandalika sebenarnya sudah selesai dan sudah dalam proses pencairan. Beberapa tanah milik warga juga diselesaikan dengan tahap konsinyasi dananya sudah dititipkan di pengadilan setempat.

"Tetapi ada juga beberapa permasalahan lain yang kami temukan, seperti kurangnya harmonisasi antara ITDC dengan Lembaga DPRD Provinsi NTB. ITDC dinilai oleh pihak Lembaga DPRD Provinsi NTB tidak transparan terkait pembangunan proyek tersebut," tuturnya.

Oleh karena itu, Suratno berharap dengan adanya diskusi yang melibatkan stakeholder terkait dalam pembangunan KEK Mandalika ini, bisa menyelesaikan permasalahan yang ada saat ini dan bisa menemukan titik temu, sehingga tidak akan terulang kembali dengan kejadian yang sama di kemudian hari.

"Dengan adanya diskusi ini pada akhirnya semua pihak terbuka terkait permasalahan yang ada, dan akhirnya kesalahpahaman yang terjadi selama ini, selesai di forum diskusi ini. Saya juga berharap semua elemen bisa mendukung akan pembangunan KEK Mandalika ini, agar masyarakat NTB bisa mendapatkan manfaat yang positif terkait dengan pembangunan KEK Pariwisata Mandalika ini," bebernya.

Jadi, lanjut Suratno, tidak hanya infrastruktur KEK Pariwisata Mandalika yang diharapkan bisa berdiri kokoh akan tetapi Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus dipersiapkan dengan baik.

"Jadi pengembangan wisata tidak hanya sekadar masalah infrastruktur saja, tetapi juga SDM yang perlu dipersiapkan dengan baik, terlebih adanya event internasional seperti MotoGP 2022 mendatang di Sirkuit Mandalika,'' tuturnya.

Suratno meminta kepada seluruh stakeholder dapat saling bahu membahu dan mendukung pembangunan KEK Mandalika ini agar bisa menjadikan Indonesia negara yang kaya akan potensi pariwisatanya, seperti event Internasional Moto GP 2022.

"Saya berharap seluruh stakeholder dapat bahu membahu dalam membangun KEK Mandalika, agar bisa meningkatkan kondisi perekenomian nasional melalui sektor pariwisata daerah, hingga dapat memulihkan perekonomian di daerah terlebih saat pandemi Covid-19 seperti saat sekarang ini," pungkasnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Kebebasan Berpendapat,...
Bukan Kebebasan Berpendapat, Pigai: Pernyataan Amien Rais Diduga Pelanggaran HAM
Komnas HAM: Serangan...
Komnas HAM: Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Terkoordinasi
DPR Sahkan RUU Perlindungan...
DPR Sahkan RUU Perlindungan Saksi dan Korban Jadi UU
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Beri Arahan Retreat Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
Kasus Penyiraman Air...
Kasus Penyiraman Air Keras oleh Aparat Merupakan Pelanggaran HAM
Temui Komnas HAM, Roy...
Temui Komnas HAM, Roy Suryo: Kami Jadi Tersangka Itu Pelanggaran HAM Berat
Ananda Mikola Dirut...
Ananda Mikola Dirut Baru MGPA, Apa Rencananya untuk Mandalika?
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dukung Debut Sean Gelael di GTWCA Mandalika 2026
Intip Beragam Insentif...
Intip Beragam Insentif Fiskal Demi Genjot Investasi KEK Mandalika
Rekomendasi
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Hattrick Messi Lawan...
Hattrick Messi Lawan Aljazair Pecahkan Rekor Sang Raja Gol di Piala Dunia
Berita Terkini
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Infografis
4.155 Peserta Lolos...
4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved