Kemunculan Ganjar-Prabowo Cocok Tandingi Wacana Jokowi 3 Periode
Selasa, 22 Juni 2021 - 15:31 WIB
loading...
Munculnya wacana menduetkan Ganjar Pranowo dengan Prabowo Subianto dianggap bagus untuk menandingi opini presiden tiga periode untuk Jokowi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wacana duet Ganjar Prabowo dengan Prabowo Subianto ( Ganjar-Prabowo ) akhirnya muncul juga meramaikan bursa pasangan calon dalam Pilpres 2024 . Boleh dikata, memasangkan keduanya merupakan ide yang dianggap cukup segar.
Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo mengungkapkan ada tiga hal terkait kemunculan pendukung Ganjar-Prabowo. Pertama, munculnya dukungan itu muncul atas inisiatif sendiri.
"Kalau menurut saya ini lebih inisiatif dari pendukungnya Pak Ganjar Pranowo yang dia diparkir oleh PDIP, sementara dan kayaknya mereka enggak ingin kehilangan kereta atau enggak ingin kehilangan momentum. Enggak ingin ketinggalan kereta dari yang lain," ujar Kunto kepada SINDOnews, Selasa (22/6/2021).
Baca juga: Soal Relawan Jokpro 2024, Demokrat: Indonesia Bukan Cuma Jokowi dan Prabowo
Kedua, kata dia, strategi atau taktik deklarasi dukungan terhadap suatu kandidat pilpres pernah terjadi di tahun 2014 lalu. "Ketika banyak kemudian relawan-relawan yang mendeklarasikan Pak Jokowi yang akhirnya memaksa Megawati waktu itu sebagai ketum PDIP untuk kemudian mendengarkan aspirasi warga dan mendorong atau mencalonkan Pak Jokowi sebagai capres dari PDIP," tuturnya.
Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo mengungkapkan ada tiga hal terkait kemunculan pendukung Ganjar-Prabowo. Pertama, munculnya dukungan itu muncul atas inisiatif sendiri.
"Kalau menurut saya ini lebih inisiatif dari pendukungnya Pak Ganjar Pranowo yang dia diparkir oleh PDIP, sementara dan kayaknya mereka enggak ingin kehilangan kereta atau enggak ingin kehilangan momentum. Enggak ingin ketinggalan kereta dari yang lain," ujar Kunto kepada SINDOnews, Selasa (22/6/2021).
Baca juga: Soal Relawan Jokpro 2024, Demokrat: Indonesia Bukan Cuma Jokowi dan Prabowo
Kedua, kata dia, strategi atau taktik deklarasi dukungan terhadap suatu kandidat pilpres pernah terjadi di tahun 2014 lalu. "Ketika banyak kemudian relawan-relawan yang mendeklarasikan Pak Jokowi yang akhirnya memaksa Megawati waktu itu sebagai ketum PDIP untuk kemudian mendengarkan aspirasi warga dan mendorong atau mencalonkan Pak Jokowi sebagai capres dari PDIP," tuturnya.
Lihat Juga :