Deteksi 160 Kasus Corona dari Varian Delta, Kemenkes: Terbanyak Jateng

loading...
Deteksi 160 Kasus Corona dari Varian Delta, Kemenkes: Terbanyak Jateng
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui BBalitbangkes melaporkan dari data per 20 Juni 2021 jumlah Covid-19 dari varian Delta di Indonesia total 160 kasus. Foto/Kemenkes
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) melaporkan dari data per 20 Juni 2021 jumlah Covid-19 dari varian Delta di Indonesia total 160 kasus.

Baca juga: Gawat! Covid-19 Varian Delta Masuk Jabar, Ridwan Kamil Minta Warga Tingkatkan Prokes

"Sebanyak 160 varian Delta ini tersebar paling banyak di Jawa Tengah 80 kasus, DKI Jakarta 57 kasus, Jawa Timur 10 kasus, Kalimantan Tengah 3 kasus, Kalimantan Timur 3 kasus, Sumatera Selatan 3 kasus, Banten 2 kasus, Jawa Barat 1 kasus, dan Gorontalo 1 kasus," dari data Balitbangkes Kemenkes, yang diterima Selasa (22/6/2021)

Selain varian Delta yang berasal dari India atau B1617, ada varian Alfa berasal dari Inggris atau B117 dan varian Beta dari Afrika Selatan atau B1351. Ketiga varian ini telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) menjadi menjadi varian of concern (VoC).



Baca juga: WHO Pastikan Varian Delta Bersiap Kuasai Dunia

Saat ini varian Alfa yang ada di Indonesia berjumlah 45 kasus. Jumlah ini tersebar di Sumatera Utara 2 kasus, Riau 1 kasus, Kepulauan Riau 1 kasus, Sumatera Selatan 1 kasus, DKI Jakarta 33 kasus, Jawa Barat 1 kasus, Jawa Timur 2 kasus, Bali 1 kasus, dan Kalimantan Selatan 1 kasus.

Sementara itu, jumlah varian Beta di Indonesia ada 6 kasus yakni tersebar di DKI Jakarta 4 kasus, Jawa Timur 1 kasus, dan Bali 1 kasus. Sehingga, kini varian of concern dari varian Alfa, varian Beta, dan varian Delta di Indonesia berjumlah 211 kasus.

Sebelumnya, Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan varian baru ini diketahui dari testing Whole Genome Sequencing (WGS). Namun, daerah yang menjadi target pengetesan ini adalah di daerah dengan tingkat peningkatan kasus secara signifikan.

"Ada kriterianya untuk pengambilan sampel whole genom sekuensing ya termasuk pada daerah yang terjadi peningkatan kasus secara signifikan," papar Nadia.

Diketahui, WGS ini dilakukan karena dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan kesehatan yang tepat. Dan hasil WGS digunakan untuk mengendalikan distribusi varian Covid-19 yang menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top