Penyebar Narasi Provokatif Terkait Habib Rizieq Dinilai Perlu Ditindak Tegas

loading...
Penyebar Narasi Provokatif Terkait Habib Rizieq Dinilai Perlu Ditindak Tegas
Banyaknya narasi provokatif terkait proses hukum mantan pemimpin Ormas FPI, Habib Rizieq, dinilai perlu direspons oleh penegak hukum. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Banyaknya narasi provokatif terkait proses hukum mantan pemimpin Ormas Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, dinilai perlu direspons oleh penegak hukum. Pasalnya, narasi provokatif, apalagi berisi hoaks, bisa membuat situasi gaduh.

Baca juga: Massa Pendukung Habib Rizieq Kembali Serbu DPRD Bogor, Tuntut Bima Arya Dilengserkan

"Kalau sudah menyebar melalui media sosial, narasinya hoaks, ya mestinya ditindak, supaya tidak membikin suasana jadi tambah gaduh. Kan bisa menimbulkan persepsi yang tidak betul," ujar Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia Chudry Sitompul, Sabtu (19/6/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Andi Arief Singgung Menteri Luhut dan Habib Rizieq



Menurut dia, narasi provokatif dan hoaks bisa menimbulkan gesekan di akar rumput. Dia menilai, narasi yang tidak benar jika terus menerus disampaikan, bisa dianggap sebuah kebenaran kalau tidak ada konfirmasi atau klarifikasi.

"Tapi kalau dari sudut normatif, ya itu kan sudah melanggar undang-undang," imbuhnya. Baca juga: Enggan Ladeni Replik JPU, Habib Rizieq : Kegiatan Dakwah Saya di Rutan Mabes Polri Terganggu

Dia pun mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi tanpa melanggar hukum dan tetap menghormati hak asasi. Negara memang harus menghormati dan melindungi hak orang dalam menyampaikan pendapat.

"Tapi mengeluarkan pendapat itu kan tentu ada koridornya, ada batas-batasnya, tidak bisa melanggar hukum," tuturnya.

Chudry berharap, Habib Rizieq dan kuasa hukum bisa mengimbau pendukungnya agar bisa menyampaikan aspirasi dengan tidak melanggar hukum. Jangan sampai sebaliknya, pernyataan Rizieq dan kuasa hukum menyulut kemarahan para pendukungnya.

"Walaupun bukan secara langsung, tapi ada statement-statement bernuansa membakar, menyulut kemarahan pendukung, saya kira dalam situasi ini tidak tepat," ungkapnya.



Apalagi lanjut dia, Habib Rizieq masih mempunyai hak untuk menempuh upaya hukum jika merasa tidak puas. "Kalau misal dia tidak puas itu sampaikan dalam prosedurnya. Jangan dengan cara membakar emosi pendukungnya. Itu akan menimbulkan situasi yang tidak kondusif," pungkasnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top