Wejangan Akbar Tanjung ke Junior: Jaga Soliditas dan Silaturahmi, Golkar Akan Jaya

loading...
Wejangan Akbar Tanjung ke Junior: Jaga Soliditas dan Silaturahmi, Golkar Akan Jaya
Henry Indraguna bertemu dengan politikus senior Partai Golkar Akbar Tanjung. Foto/Ist
JAKARTA - Kepemimpinan Akbar Tanjung (AT) selama memimpin Partai Golkar telah teruji. Bahkan mampu berprestasi dengan menjadi kampium nomor wahid di Pemilu 2004 paska lengsernya Presiden Soeharto. Leadership Ketua Dewan Kehormatan DPP Golkar ini yang menginspirasi pengacara kondang yang kini berkiprah di Beringin, Henry Indraguna menjadi kiblat dan rujukan bagi perjuangannya membesarkan dan memenangkan Golkar di Pemilu 2024 mendatang.

Pengabdian, dedikasi, loyalitas Ketua DPR-RI periode 1999-2004 dan menduduki beberapa jabatan terhormat di lembaga eksekutif sabagai menteri di Kabinet Presiden Soeharto dan BJ Habibie ini yang membawa Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) tersebut harus bersilaturahmi menyambangi Bang Akbar, sapaan akrab politisi senior Golkar. "Kedatangan saya ke kantor Bang Akbar di Akbar Institute sangat diperlukan sebagai silaturahmi dan bentuk penghormatan kami yang muda kepada senior dan tokoh yang disegani di Golkar," ujar Henry Indraguna melalui pesan tertulis di Jakarta, (18/6/2021).

Menurut Henry, silaturahmi kepada tokoh-tokoh besar Beringin menjadi kebutuhannya untuk mendapatkan wejangan maupun arahan bagaimana cara membesarkan dan memenangkan Golkar dalam agenda politik nasional di Pilkada, Pileg, dan Pilpres 2024. Terlebih pada Pemilu 2024, anggota Dewan Pakar Kosgoro 1957 ini berharap dirinya diberi penugasan dan tanggung jawab "menggarap" Dapil Solo Raya yang meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Boyolali dan Klaten. Baca juga: Airlangga: Keputusan Partai Golkar Sudah Jelas, Kader Harus Kerja

Obsesinya ingin berbuat terbaik kembali untuk masyarakat Dapil Jateng V sangat beralasan mengingat modal politiknya sudah cukup signifikan untuk mengantarkannya ke DPR RI. Pada Pemilu 2019, Henry mampu meraih elektoral hingga 50.000 suara. Namun karena partai yang dia bela sebelum bergabung dengan Golkar, tidak memenuhi Parliementary Treshold (PT) maka asanya untuk melangkah ke Senayan harus tertunda.



Selain itu, modal dirinya untuk didorong sebagai Cawalkot Surakarta mendampingi Gibran Rakabuming Raka kala itu atau dimajukan sebagai Cabup Sukoharjo oleh partai besar menjadi portofolio buat Henry untuk bisa running di Dapil berat ini mendulang suara DPR RI untuk Golkar di Pileg 2024. "Konsistensi dan keajegan Bang Akbar selalu bersama Golkar hingga disegani kawan maupun lawan politiknya yang mendorong saya untuk datang bersilahturahmi langsung menghadap beliau. Harapan tentunya, saya bisa menjadi sosok yang mampu membesarkan Partai Golkar dengan upaya mengagregasi dan bisa mengartikulasikan aspirasi serta memperjuangkan kehendak maupun kebutuhan masyarakat Solo Raya di tingkat pusat," ungkap Plt Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) DPP Partai Golkar ini. Baca juga: Soal Pemimpin Muda, Airlangga: Harus Punya Pengalaman Membangun

Usai menemui Akbar Tanjung, Henry mengakui sifat egaliter AT yang membuat tokoh senior HMI ini selalu bisa diterima semua kelompok atau eksponen bangsa. Baik dari kubu hingga lawan politiknya. "Hal yang dapat saya jadikan sebagai pelajaran dan perlu ditimba adalah bagaimana cara Bang Akbar bisa melakukan hal-hal yang terkadang dari nalar kita tidak bisa dicairkan jika ada perbedaan politik hingga nyaris terjadi konflik. Namun karena kepiawaiannya, kebuntuan hingga sudah deadlock pun, justru diujungnya bisa dicarikan solusi terbaik untuk tidak memecah soliditas partai. Itu yang selalu Abang tekankan kepada kader-kader yunior seperti saya," tutur Henry.

Hal ini juga tercermin dari cara mengelola partai sesenior dan sebesar Golkar, Akbar Tanjung selalu mengayomi kader-kader yang muaranya harus bisa membesarkan Partai Golkar, merangkul rakyat dengan menebar empati dan simpati kolega dan rivalnya hingga akhirnya mampu menjadi Ketua DPR pada saat itu dengan cara memperoleh suara terbanyak saat voting menentukan Pimpinan DPR RI.

"Selain bersilaturahmi, saya juga berdiskusi, meminta wejangan dan arahan yang tentunya dapat membangun serta memotivasi saya dengan cara berlajar dari pengalaman-pengalaman Bang Akbar selama menjadi kader Beringin. Sebab bagi saya selaku salah satu kader Partai Golkar, yang utama dan harus dijadikan sebagai pelajaran adalah pengalaman. Pengalaman adalah guru yang bijak menuntun kita untuk terus memperbaiki diri melangkah lebih baik dari sebelumnya," ungkapnya.

Pengalaman itu, lanjutnya, akan menjadi bekal dirinya untuk lebih maju termasuk mawas diri mengelola dan merawat konstituen, menjaga kekompakan dan kesolidan diantara sesama kader Partai Golkar. Selanjutnya ngangsu (belajar-red) pengalaman senior mau mendatangi, mendengarkan, merasakan apa yang dirasakan rakyat lalu memberikan solusi atas kesulitan mereka.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top