Masyarakat Bangkalan Ucapkan Terima Kasih kepada Panglima TNI

loading...
Masyarakat Bangkalan Ucapkan Terima Kasih kepada Panglima TNI
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau program Serbuan Vaksinasi di Alun-alun Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (17/6/21) sore. Foto/MNC Media
JAKARTA - Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau program Serbuan Vaksinasi di Alun-alun Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (17/6/21) sore. Kehadirannya mendapat apresiasi dari masyarakat Bangkalan.

"Terima kasih Bapak Panglima TNI dan Kapolri, atas perhatiannya kepada masyarakat Bangkalan," ujar Bapak Wahyu selaku Tokoh Masyarakat Bangkalan yang mengikuti program Serbuan Vaksinasi. Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Perintahkan Pasukan PPKM Mikro di Jatim Diperkuat

Vaksinasi yang diikuti oleh 2.000 peserta vaksin dengan jumlah vaksinator sebanyak 63 Personel (TNI AD 14 Vaksinator, TNI AL 7 Vaksinator, TNI AU 7 Vaksinator, Polri 7 Vaksinator dan Dinkes 28 Vaksinator).

Serbuan Vaksinasi tersebut mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan para santri. Mereka menyadari pentingnya Vaksinasi tersebut di masa pandemi seperti saat ini.



Dalam peninjauan sore ini, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berdialog langsung dengan masyarakat.

"Ingat, meski telah di Vaksin, bukan berarti kebal terhadap virus COVID-19. Harus tetap menegakkan disiplin Protokol Kesehatan," tutur Hadi di hadapan para peserta vaksin.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa PPKM skala mikro di Bangkalan akan dilakukan penebalan guna membantu penegakan disiplin protokol kesehatan, pemantauan kasus aktif, kedisiplinan pelaksanaan isolasi mandiri. Baca juga: Pantau Langsung Posko PPKM Mikro di Madiun, Ini Arahan Panglima TNI

"Sosialisasikan bahwa walaupun sudah divaksin, kita tetap harus menjadikan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, termasuk pula mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan sebagai budaya kita, gaya hidup baru kita," kata Hadi.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top