Kabar Gembira, LBM Eijkman Sebut Vaksin Merah Putih Proses Transisi ke Industri
Rabu, 16 Juni 2021 - 19:16 WIB
loading...
Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio menyampaikan perkembangan terbaru terkait vaksin Merah Putih yang tengah digarap oleh lembaganya. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman , Amin Soebandrio menyampaikan perkembangan terbaru terkait vaksin Merah Putih yang tengah digarap oleh lembaganya. Hal itu disampaikan Amin saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI.
Amin menyampaikan bahwa sejak satu tahun lalu vaksin ini dikembangkan, kini LBM Eijkman sudah 90% menyelesaikan fase research and development (RnD). Dia memastikan akan melanjutkan prosesnya ke tahap selanjutnya. Baca juga: Kasus COVID-19 di Negara Pengguna Vaksin Buatan China Naik Drastis
"Saat ini dalam proses transisi dari RnD ke industri, tadi sudah disampaikan industrinya adalah Biofarma," ujar Amin dalam paparannya di ruang rapat Komisi VII DPR, Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (16/6/2021).
Dia mengatakan proses transisi ini diharapkan pada akhir tahun atau paling lambat awal tahun 2022 uji klinis sudah bisa mulai. Sehingga, delapan bulan setelah itu bisa mendapatkan EUA.
Amin memastikan LBM Eijkman dengan insutri sudah bekerja sama dengan erat. Dalam prosesnya, lembaganya tidak sekedar menyerahkan bibit vaksin kemudian selesai begitu saja. Baca juga: Kasus Meningkat, UEA Desak Warganya Gunakan Masker dan Lakukan Vaksinasi
"Tapi lembaga Eijkman akan terus mengawal bahkan sampai ke uji klinik seterusnya," pungkasnya.
Amin menyampaikan bahwa sejak satu tahun lalu vaksin ini dikembangkan, kini LBM Eijkman sudah 90% menyelesaikan fase research and development (RnD). Dia memastikan akan melanjutkan prosesnya ke tahap selanjutnya. Baca juga: Kasus COVID-19 di Negara Pengguna Vaksin Buatan China Naik Drastis
"Saat ini dalam proses transisi dari RnD ke industri, tadi sudah disampaikan industrinya adalah Biofarma," ujar Amin dalam paparannya di ruang rapat Komisi VII DPR, Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (16/6/2021).
Dia mengatakan proses transisi ini diharapkan pada akhir tahun atau paling lambat awal tahun 2022 uji klinis sudah bisa mulai. Sehingga, delapan bulan setelah itu bisa mendapatkan EUA.
Amin memastikan LBM Eijkman dengan insutri sudah bekerja sama dengan erat. Dalam prosesnya, lembaganya tidak sekedar menyerahkan bibit vaksin kemudian selesai begitu saja. Baca juga: Kasus Meningkat, UEA Desak Warganya Gunakan Masker dan Lakukan Vaksinasi
"Tapi lembaga Eijkman akan terus mengawal bahkan sampai ke uji klinik seterusnya," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :