Mengenal Antasena, Tank Boat Canggih untuk TNI AD

Minggu, 13 Juni 2021 - 08:06 WIB
loading...
Mengenal Antasena, Tank...
Tank Boat Antasena buatan PT Pindad yang akan memperkuat TNI AD. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Sebuah prototipe tank boat berhasil dibuat oleh PT Pindad dan diproduksi salah satu galangan kapal canggih asal Banyuwangi, Jawa Timur. Nama tank boat tersebut adalah Antasena. Sosoknya gagah, gerak-geriknya lincah, dan tampilannya sporty. Jika dianalogikan sebagai sosok pria, Antasena amat tampan.

Dilansir dari laman indonesia.go.id, Minggu (13/6/2021) setelah sukses menjalani berbagai tes manuver di lautan bebas, Sabtu (22/5/2021), Antasena berlayar ke perairan Situbondo. Jalur laut yang ditempuh sejauh 310 km (pergi dan pulang) dengan tujuan menjalani serangkaian uji penembakan. Di Pantai Paiton yang merupakan area latihan TNI-AL, Antasena melakukan sejumlah manuver. Meluncur berkelak-kelok, berputar, atau melambung, sambil menembak. Baca juga: Sangar, Ini Tank Boat Antasena dengan Kanon dan Senapan Mesin Usai Sukses Uji Senjata

Senjata utamanya yang terus menyalak adalah sepucuk kanon kaliber 30 mm dan proyektilnya berhasil menghantam sasaran yang berjarak beberapa ratus meter. Seperti halnya tank lain, Antasena beratapkan turet, yang terbuat dari alumunium alloy. Bentuknya seperti kubah yang bisa berputar ke kiri dan kanan. Dengan fleksiblitas putaran turet itu, moncong kanon bisa di-setting terarah ke sasaran, meski kendaraan bergerak ke sembarang arah. Selain sepucuk kanon, tank boat ini juga dibekali dengan dua senapan mesin 12,7 mm, yang satu di antaranya bertengger di atap turet. Baca juga: Rusia Pesan Tank Boat Buatan Indonesia

Uji coba tank boat Antasena pada Sabtu itu disaksikan Direktur Jenderal (Dirjen) Potensi Pertahanan (Pothan) Kementerian Pertahanan, Mayjen Dadang Harya Yudha dan jajaran direksi PT Pindad. PT Pindad dalam keterangannya menjelaskan uji coba berupa sea trial dan firing test dianggap berhasil, Antasena dinyatakan lolos dalam rangkaian uji coba tersebut.

Pengerjaan Antasena oleh PT Pindad

Antasena akan masuk dalam jajaran Alutsista TNI AD dengan kontrak pembelian yang telah ditandatangani pada 2020. Produksinya dikerjakan PT Pindad, bekerja sama dengan PT Lundin Industry, perusahaan modal asing yang membawa teknologi persenjataan asal Swedia yang berdomisili di Banyuwangi. Perlu waktu lima tahun untuk mengembangkan maket Antasena menjadi kendaraan tempur atas air. Kemhan menyiapkannya untuk tugas operasi di rawa, laut, sungai, dan pantai (Ralasuntai).

Kali pertama, pada akhir April, Antasena mencoba berenang meluncur di perairan Banyuwangi. Peristiwa itu pun menarik perhatian majalah elektronik terbitan Amerika Serikat bernama Popular Mechanics. Pada edisi 10 Mei 2021, majalah khusus persenjataan dan kendaraan militer yang itu mengulas Antasena. Popular Mechanics menyebut Antasena sebagai kendaraan militer hibrid yang unik. “Ia mengambang seperti perahu dan menembak seperti tank,” tulis majalah tersebut.

Mengenal Antasena, Tank Boat Canggih untuk TNI AD


Masih oleh media itu, tak ada produk sejenis di tempat lain. “Kendaraan itu cocok untuk beroperasi di perairan keruh,” tulisnya lagi. Nama Antasena pertama kali disematkan oleh Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden saat itu pada 2015 usai menyaksikan MoU antara Kemhan dan PT Pindad. Nama itu diambil dari tokoh dunia pewayangan yang jago dan ahli dalam pertempuran laut.

Jika ditilik sejarahnya, Antasena adalah anak bungsu dari Bima, salah satu ksatria Pandawa. Antasena dirasa tepat jika dioperasikan di negara kepulauan seperti Indonesia. "Antasena punya postur yang pas untuk menghadapi para perompak, teroris yang suka menyandera awak kapal, dan penjahat lainnya yang beroperasi di perairan. Lebih jauh, tank ini bisa mengejar bila mereka mencoba kabur ke daratan. Tank laut ini bisa membawa 50-60 personel militer bersenjata lengkap," tulis Indonesia.go.id.

Diketahui panjang badan Antasena mencapai 18,7 meter dengan 7,5 meter. Badannya bertumpu pada struktur kapal berlunas ganda (doeble hull). Desain doble hull itu membuat Antasena bisa meluncur cepat, karena hambatan air dilewatkan di kolong boat di antara dua lunas.

Atas bantuan dua mesin baling-baling, dua kali 1.700 tenaga kuda (HP), plus dua mesin waterjet 2 x 550 HP, Antasena dapat melesat hingga 74 km per jam dengan kecepatan jelajah mencapai mencapai 56 km per jam. Saat momentum satu kali isi solar, tank boat inidapat bergerak sejauh 1.100 km.

Lambung kapal terbuat dari komposit karbon, yakni sebuah material yang kekuatannya 10 kali kekuatan baja, tapi beratnya hanya satu per sepeluhnya Karena badannya tak terlalu berat, sarat air (draft) kapal yang masuk ke air hanya 90 cm. Oleh karenanya, Antasena dapat diandalkan ketika beroperasi menyusur sungai, rawa, dan perairan dangkal lainnya.

Akurat di Segala Medan

Antasena diklaim tak hanya untuk beroperasi mengejar musuh dengan persenjataan ringan. Tank boat in pun telah disiapkan melawan musuh bersenjata berat pada perang abad 21. Di belakang turetnya ada semacam antena telekomunikasi yang membuat Antasena terkoneksi ke gudang informasi dunia maya. Tank ini dapat mengetahui kondisi medan di sekelilingnya. Antasena tahu bentang alam di belakang rimbun bakau di rawa-rawa yang dijelajahinya.

Untuk mendapatkan gambaran yang presisi, Antasena bisa mengoperasikan sebuah drone. Drone itu dapat menuntunnya ke sasaran yang harus dilumpuhkan, termasuk tank-tank musuh, baterai arteleri, serta target-target lainnya. "Hasil intaian drone itu juga bisa memandu roket Cockerill Falarick 105 mm, yang diluncurkan dengan arah lengkung mirip peluru mortil menuju sasaran," tulis laman itu.

Akurasinya tembakan Antasena diklaim amat akurat lantaran peluru bergerak dengan sistem kendali. Roket Falarick 105 mm tersebut pun dapat menjangkau sasaran di darat dan laut, dalam radius 5 km.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
Ryamizard Ryacudu Meninggal...
Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, TNI AD Berduka: Pengabdiannya Inspirasi bagi Prajurit
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Pindad Diminta Bikin...
Pindad Diminta Bikin Mobil Berkaca Khusus Presiden, Mungkinkah Ranops Inovasi Prabowo?
Rekomendasi
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved