Haul 100 Tahun Pak Harto, Tutut: Beliau Teladan dan Sosok Religius

Selasa, 08 Juni 2021 - 20:05 WIB
loading...
Haul 100 Tahun Pak Harto,...
Sejumlah tokoh menerima buku profil Masjid Pak Harto dalam acara Peringatan Haul 100 Tahun Haji Muhammad Soeharto di Masjid Agung At-Tin Jakarta, Selasa (8/6/2021). Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Banyak masyarakat yang kurang mengetahui bahwa sosok Presiden ke-2 Soeharto merupakan sosok pribadi yang religius serta mendalami ajaran spiritual asli leluhur. Pak Harto senang dan kerap berdiskusi soal agama dan budaya secara sederhana, bersifat informal bersama warga, maupun kolega Istana Negara.

Hal ini terungkap saat acara Peringatan Haul 100 Tahun Haji Muhammad Soeharto. Kegiatan ini diselenggarakan secara off line dan virtual dari Masjid Agung At-Tin Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Acara ini diadakan Keluarga Besar Pak Harto bersama masyarakat Jakarta. Di mulai setelah salat Ashar berjamaah dan diakhiri dengan salat Maghrib berjamaah. Baca juga:Fadli Zon: Pak Harto Orang yang Menyelamatkan Indonesia dari Komunisme

Acara ini dikuti sekitar 750 orang jamaah Masjid At-Tin, serta pengurus dan jamaah 170 Masjid Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila di seluruh Indonesia. Turut hadir Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menhan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. KH. Nasaruddin Umar, Prof. Dr. Din Syamsudin, Ir. H. Akbar Tanjung, dan Prof. Dr. Sri Edi Swasono.

“Kita tadi sudah melaksanakan pembacaan surat Yasin dan Tahlil dalam rangka memperingati haulnya ayahanda Haji Muhammad Soeharto yang wafat di usia 87 tahun masehi, pada hari Ahad tanggal 27 Januari 2008,” kata Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut), dalam sambutannya mewakili putra-putri HM. Soeharto.

Putri pertama Pak Harto ini berharap, momentum haul dapat memberi spirit bagi anak bangsa untuk meneruskan perjuangan Pak Harto. "Mudah-mudahan kita yang melanjutkan perjuangan HM. Soeharto senantiasa diberikan kekuatan, taufik dan hidayah-Nya. Sehingga betul-betul dapat melanjutkan apa yang menjadi cita-cita Bapak Pembangunan," harap Tutut yang didampingi adik-adiknya, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Hariyadi, dan Hutomo Mandala Putra.

HM Soeharto lahir pada 8 Juni 1921 di Desa Kemusuk, Yogyakarta. Dia dibesarkan di lingkungan Muhammadiyah. Jasa Pak Soeharto dalam membangun citra Islam di Indonesia cukup signifikan.

Dia di antaranya menggagas dibangunnya 999 masjid di seluruh Indonesia. Pembangunan masjid dilakukan melalui Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila. Baca juga: Peringati 100 Tahun Presiden Soeharto, Keluarga Gelar Doa Bersama di Masjid At Tin

“Beliau adalah orang tua bijak yang sangat kami kagumi dan sayangi. Beliau adalah guru dan teladan yang amat kami hormati. Beliau selalu melangkah dengan semangat kerja tak kenal lelah tanpa pamrih, jujur, tekun, tegas, dan bijaksana,” ujar Mbak Tutut.

Pada setiap langkahnya, Pak Harto selalu dilandasi kedisiplinan yang tinggi sesuai jiwa kemiliteran yang mengalir sejak usia muda. “Dibarengi tuntunan agama yang lekat dalam jiwanya sejak kecil. Bapak pantang menyerah dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil meskipun banyak kendala yang dihadapi,” ungkapnya.

Menurut Tutut, ayahnya sering mengingatkan tentang filosofi Tri Dharma Mangkunegaran. Sebuah doktrin Pangeran Sambernyowo, leluhur keluarganya dalam menumbuhkan rasa cinta rakyat kepada bangsa. Doktrin itu dikenal dengan ’Tri Dharma,’ yaitu: ”Melu Handarbeni, Melu Hangrungkebi, Mulat Sariro Hangrosowani.”

Bahwa kita sebagai rakyat harus tumbuh rasa ikut memiliki (melu handarbeni) terhadap bangsa kita yang besar ini. Untuk itu, kata Tutut, kita harus mengenal secara mendalam terhadap jati diri bangsa kita. Kita harus memiliki wawasan kebangsaan yang mendalam.

“Jika sudah tumbuh rasa memiliki, maka akan tumbuh tanggung jawab membela dan menjaga bangsa ini serta memajukannya (melu hangrungkebi) untuk kesejahteraan bersama. Dengan kata lain memiliki tanggung jawab kebangsaan,” ujar Tutut lebih lanjut.

Semasa hidupnya, kata Tutut, ayahnya kerap berpesan, agar pandai-pandailah bersyukur. Tutut dan semua keluarganya dididik dalam spirit keagamaan dan tidak semata dibesarkan untuk bisa menikmati gemerlapnya kehidupan. “Kami ditempa dan diajarkan bagaimana mencintai perjuangan terhadap bangsa untuk mewujudkan cita-cita adil makmur berdasarkan Pancasila,” ungkapnya.

Acara Peringatan Haul 100 Tahun HM Soeharto juga ditandai dengan penyerahan buku profil “Masjid Pak Harto” dari keluarga kepada sejumlah tokoh. Juga pemberian santunan untuk 3.500 anak yatim piatu, yang diberikan secara simbolik kepada 25 perwakilan anak yatim piatu.

Tutut mengajak semua pihak untuk memanjatkan doa bagi kedua orangtuanya. “Terima kasih yang tulus kepada semua pihak atas doa-doa yang telah dipanjatkan untuk pak Harto dan Ibu Tien Soeharto. Diiringi doa dari kami juga semoga Allah SWT membalas berlipat ganda atas ketulusan bapak-bapak, ibu-ibu, dan sahabat-sahabat sekalian, amiin,” pinta Tutut.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Maarif Institute Ajak...
Maarif Institute Ajak Publik Meneladani Buya Syafii melalui Pentas Budaya
Megawati Anggap Prabowo...
Megawati Anggap Prabowo Teman Lama, Bertemu Bahas Masalah Bangsa
Kisah Heroik Try Sutrisno,...
Kisah Heroik Try Sutrisno, Jadi Informan bagi Pejuang Kemerdekaan saat Melawan Penjajah
Dukungan Pemberian Gelar...
Dukungan Pemberian Gelar Pahlawan Soeharto Menguat
Prabowo Dapat Laporan...
Prabowo Dapat Laporan Puskesmas di Miangas Belum Pernah Diperbaiki Sejak Era Soeharto
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Sejumlah Tokoh Gerakan...
Sejumlah Tokoh Gerakan Nurani Bangsa Datangi Polda Metro, Bahas Apa?
Rekomendasi
Blunder Kiper, Meksiko...
Blunder Kiper, Meksiko Tundukkan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Berita Terkini
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Kronologi Penangkapan...
Kronologi Penangkapan Roy Suryo, Refly: Untung Masih Sempat Salat Subuh, tapi Belum Mandi
Ade Darmawan Tanggapi...
Ade Darmawan Tanggapi Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Memang Sudah Seharusnya
Protes Keras Penangkapan...
Protes Keras Penangkapan Roy Suryo-dr Tifa, Refly Harun: Keduanya Kooperatif Sejak Awal
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Refly Harun: Kami Berharap Penahanan Ini Ditangguhkan!
Babak Baru Ijazah Jokowi,...
Babak Baru Ijazah Jokowi, Kala Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Segera Disidang?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved