DPR Soroti Anggaran Polri di TA 2022 yang Menurun
Selasa, 08 Juni 2021 - 13:07 WIB
loading...
Anggota Komisi III DPR dari F-PKB, M Rano Alfath. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Komisi III DPR RI kembali mengadakan pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)/ Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementerian Lembaga (KL) Tahun Anggaran 2022 yang melibatkan tiga mitra yakni Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Polri, Senin 7 Juni 2021.
Baca juga: Mabes Polri kirim Ambulans Operasional Nemangkawi ke Timika Papua
Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut dihadiri perwakilan masing-masing institusi yakni Wamenkumham Eddy Hiariej, Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi, dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.
Baca juga: Bakar Rumah di Sekitar Bandara Ilaga, 1 OPM Pimpinan Lekagak Telenggen Ditembak Pasukan TNI-Polri
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) M Rano Alfath menyayangkan pagu anggaran Polri yang menurun untuk Tahun Anggaran (TA) 2022.
"Dari 112,1 T di tahun 2021 menjadi 97,5 T untuk Pagu Indikatif 2022. Perbandingannya turun 14,6 T," ungkap legislator muda dari Banten.
Baca juga: Harun Masiku Tak Gunakan HP Jadi Alasan Polri Sulit Lakukan Penangkapan
Menurut Rano, sudah seharusnya anggaran Polri sebagai aparat penegak hukum yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk terus bertambah. Hal ini berdasarkan fakta bahwa tantangan Polri ke depan akan semakin berat.
"Beban Polri ke depan semakin berat. Semakin meningkatnya kejahatan berdimensi baru yang membutuhkan pengetahuan dan penanganan yang berbeda, maraknya penyalahgunaan narkoba, ancaman dari berbagai segi IPOLEKSOSBUDHANKAM, sampai risiko-risiko kamtibmas lainnya," ungkapnya.
"Saya sebagai mitra dekat Kepolisian mengetahui kerja capek, kerja keras dan kerja hebat Polri selama ini apalagi dalam hal membantu penanganan Covid-19 dimana yang namanya Polisi itu tidak kenal lelah dan bekerja siang malam demi meminimalisir resiko kesehatan dan transmisi virus di masyarakat," tambahnya.
Diungkapkan Rano, walaupun dengan APD seadanya mereka ada di garda terdepan untuk penanganan Covid. Maka dari itu ini juga sudah disampaikan juga tadi saat pembahasan RKP/KL bersama para Mitra.
"Saya sampaikan di hadapan Pak Wakapolri, bahwa anggaran Polri wajib harus terus bertambah," ujarnya.
Rano mengaku, akan terus memperjuangkan penambahan anggaran untuk Polri. "Kita di Komisi III sebagai representasi rakyat, akan terus membantu memperjuangkan penambahan anggaran Polri selama memang itu untuk kepentingan yang diperuntukan bagi masyarakat di bawah sana," tutup Bendahara Umum DKN Garda Bangsa itu.
Baca juga: Mabes Polri kirim Ambulans Operasional Nemangkawi ke Timika Papua
Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut dihadiri perwakilan masing-masing institusi yakni Wamenkumham Eddy Hiariej, Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi, dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.
Baca juga: Bakar Rumah di Sekitar Bandara Ilaga, 1 OPM Pimpinan Lekagak Telenggen Ditembak Pasukan TNI-Polri
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) M Rano Alfath menyayangkan pagu anggaran Polri yang menurun untuk Tahun Anggaran (TA) 2022.
"Dari 112,1 T di tahun 2021 menjadi 97,5 T untuk Pagu Indikatif 2022. Perbandingannya turun 14,6 T," ungkap legislator muda dari Banten.
Baca juga: Harun Masiku Tak Gunakan HP Jadi Alasan Polri Sulit Lakukan Penangkapan
Menurut Rano, sudah seharusnya anggaran Polri sebagai aparat penegak hukum yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk terus bertambah. Hal ini berdasarkan fakta bahwa tantangan Polri ke depan akan semakin berat.
"Beban Polri ke depan semakin berat. Semakin meningkatnya kejahatan berdimensi baru yang membutuhkan pengetahuan dan penanganan yang berbeda, maraknya penyalahgunaan narkoba, ancaman dari berbagai segi IPOLEKSOSBUDHANKAM, sampai risiko-risiko kamtibmas lainnya," ungkapnya.
"Saya sebagai mitra dekat Kepolisian mengetahui kerja capek, kerja keras dan kerja hebat Polri selama ini apalagi dalam hal membantu penanganan Covid-19 dimana yang namanya Polisi itu tidak kenal lelah dan bekerja siang malam demi meminimalisir resiko kesehatan dan transmisi virus di masyarakat," tambahnya.
Diungkapkan Rano, walaupun dengan APD seadanya mereka ada di garda terdepan untuk penanganan Covid. Maka dari itu ini juga sudah disampaikan juga tadi saat pembahasan RKP/KL bersama para Mitra.
"Saya sampaikan di hadapan Pak Wakapolri, bahwa anggaran Polri wajib harus terus bertambah," ujarnya.
Rano mengaku, akan terus memperjuangkan penambahan anggaran untuk Polri. "Kita di Komisi III sebagai representasi rakyat, akan terus membantu memperjuangkan penambahan anggaran Polri selama memang itu untuk kepentingan yang diperuntukan bagi masyarakat di bawah sana," tutup Bendahara Umum DKN Garda Bangsa itu.
(maf)
Lihat Juga :