Terlalu Fantastis, Presiden Diminta Tolak Usulan Alpalhankam Rp1,7 Kuadriliun
Jum'at, 04 Juni 2021 - 15:01 WIB
loading...
Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Zainuddin Maliki. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Rencana pemenuhan kebutuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) dengan anggaran Rp1,7 kuadriliun di kala masyarakat tengah menghadapi pandemi Covid-19 dinilai fantastis.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Zainuddin Maliki meminta Presiden menolak usulan pengadaan tersebut.
"Oleh karena itu Presiden harus tolak tanda tangani perpres pengadaan Alpalhankam tersebut," tutur Zanuddin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/6/2021) menanggapi bocornya pengajuan rancangan Peraturan Presiden tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Tahun 2020-2024 dari Kementerian Pertahanan.
Dalam rancangan perpres itu tertulis angka yang cukup fantastik untuk membeli alutsista sebesar USD 124.995.000.000, yang jika dikonversikan menjadi sekitar Rp 1.788.228.482.251.470 (Rp 1,7 kuadriliun).
Menurut dia, jika angka Rp1,7 kuadriliun akan ditutup dengan skema pinjaman, perlu dicatat utang negara per April 2021 sudah mencapai Rp6.527,29 triliun.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Zainuddin Maliki meminta Presiden menolak usulan pengadaan tersebut.
"Oleh karena itu Presiden harus tolak tanda tangani perpres pengadaan Alpalhankam tersebut," tutur Zanuddin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/6/2021) menanggapi bocornya pengajuan rancangan Peraturan Presiden tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Tahun 2020-2024 dari Kementerian Pertahanan.
Dalam rancangan perpres itu tertulis angka yang cukup fantastik untuk membeli alutsista sebesar USD 124.995.000.000, yang jika dikonversikan menjadi sekitar Rp 1.788.228.482.251.470 (Rp 1,7 kuadriliun).
Menurut dia, jika angka Rp1,7 kuadriliun akan ditutup dengan skema pinjaman, perlu dicatat utang negara per April 2021 sudah mencapai Rp6.527,29 triliun.
Lihat Juga :