Tinggalkan Keluarga, Satgas Nemangkawi Buru Teroris KKB Bertaruh Nyawa Demi NKRI
Rabu, 02 Juni 2021 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tumpas KKB di Papua, Polri Libatkan PPATK, Densus 88, hingga BNPT
Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta para prajurit yang tergabung dalam Satgas Operasi Nemangkawi tidak kendor dalam memerangi KKB yang semakin intens melakukan aksi kekerasan. "Saya terus memberikan motivasi kepada seluruh anggota yang melaksanakan tugas di Papua untuk terus bersemangat dan tidak boleh kendor dengan peristiwa yang terjadi," katanya, baru-baru ini.
Ia menegaskan, negara tidak akan kalah dengan KKB Papua yang terus melancarkan aksi teror kepada masyarakat. NKRI menjadi harga mati yang jarus terus dijaga dari aksi teror pihak manapun, termasuk KKB Papua. Ia meminta Satgas Nemangkawi tidak gentar melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata tersebut.
"Saya perintahakan kepada seluruh anggota satgas yang bertugas, lakukan terus pengejaran terhadap KKB yang ada di Papua, terus berjuang, negara tidak boleh kalah," Listyo Sigit menyemangati.
Kapolri meminta Satgas Nemangkawi harus terus maju memburu dan menangkap seluruh anggota KKB yang selama ini meresahkan masyarakat Papua dengan melancarkan terornya. "Kami pimpinan Polri, siap untuk mendukung apapun dalam rangka menegakan hukum di Papua. Kita jaga Papua dari serangan dan tekanan kelompok manapun," pintanya.
Kepala Operasi Nemangkawi Brigjen Pol Roycke Harry Langie mengatakan, teror yang dilancarkan kelompok teroris ini tidak hanya membuat masyarakat yang datang dari luar Papua ketatukan, tetapi orang asli Papua juga merasakan ketakutan. Polri dan TNI sebagai garda terdepan penjaga keamanan di Republik Indonesia tidak tinggal diam.
"Menjaga NKRI menjadi harga mati. Kami terus memburu mereka (KKB) dengan segala risiko yang ada. Pengegakkan hukum di atas segala-galanya. Papua harus hidup damai, sejahtera dan keluar dari ancaman serta teror yang terus menerus menakuti masyarakat di Papua," kata Roycke Harry.
"Mereka (KKB) memanfaatkan media sosial dalam memberikan informasi bohong (hoaks). Menghasut masyarakat untuk tidak menerima kehadiran TNI-Polri. Meng-upload gambar-gambar yang dilarang sesuai dengan UU ITE. Ini merupakan provokasi dengan menyebarkan informasi hoaks ke tengah masyarakat. Karena itu Tim Siber kami terus memantau dan melakukan penangkapan kepada siapapun yang menyebarkan informasi sesat ke masyarakat. Ujaran kebencian yang menyebar hoaks genosida ras Papua melalui media sosial selalu mereka lakukan. Ini yang kami antisipasi," katanya.
Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta para prajurit yang tergabung dalam Satgas Operasi Nemangkawi tidak kendor dalam memerangi KKB yang semakin intens melakukan aksi kekerasan. "Saya terus memberikan motivasi kepada seluruh anggota yang melaksanakan tugas di Papua untuk terus bersemangat dan tidak boleh kendor dengan peristiwa yang terjadi," katanya, baru-baru ini.
Ia menegaskan, negara tidak akan kalah dengan KKB Papua yang terus melancarkan aksi teror kepada masyarakat. NKRI menjadi harga mati yang jarus terus dijaga dari aksi teror pihak manapun, termasuk KKB Papua. Ia meminta Satgas Nemangkawi tidak gentar melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata tersebut.
"Saya perintahakan kepada seluruh anggota satgas yang bertugas, lakukan terus pengejaran terhadap KKB yang ada di Papua, terus berjuang, negara tidak boleh kalah," Listyo Sigit menyemangati.
Kapolri meminta Satgas Nemangkawi harus terus maju memburu dan menangkap seluruh anggota KKB yang selama ini meresahkan masyarakat Papua dengan melancarkan terornya. "Kami pimpinan Polri, siap untuk mendukung apapun dalam rangka menegakan hukum di Papua. Kita jaga Papua dari serangan dan tekanan kelompok manapun," pintanya.
Kepala Operasi Nemangkawi Brigjen Pol Roycke Harry Langie mengatakan, teror yang dilancarkan kelompok teroris ini tidak hanya membuat masyarakat yang datang dari luar Papua ketatukan, tetapi orang asli Papua juga merasakan ketakutan. Polri dan TNI sebagai garda terdepan penjaga keamanan di Republik Indonesia tidak tinggal diam.
"Menjaga NKRI menjadi harga mati. Kami terus memburu mereka (KKB) dengan segala risiko yang ada. Pengegakkan hukum di atas segala-galanya. Papua harus hidup damai, sejahtera dan keluar dari ancaman serta teror yang terus menerus menakuti masyarakat di Papua," kata Roycke Harry.
"Mereka (KKB) memanfaatkan media sosial dalam memberikan informasi bohong (hoaks). Menghasut masyarakat untuk tidak menerima kehadiran TNI-Polri. Meng-upload gambar-gambar yang dilarang sesuai dengan UU ITE. Ini merupakan provokasi dengan menyebarkan informasi hoaks ke tengah masyarakat. Karena itu Tim Siber kami terus memantau dan melakukan penangkapan kepada siapapun yang menyebarkan informasi sesat ke masyarakat. Ujaran kebencian yang menyebar hoaks genosida ras Papua melalui media sosial selalu mereka lakukan. Ini yang kami antisipasi," katanya.
Lihat Juga :