Demokrat-PKS Disarankan Segera Umumkan Duet Anies-AHY
Rabu, 02 Juni 2021 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau kita cermati, partai yang katakanlah sejalan dengan Demokrat dan PKS itu putus hubungan secara kuat saat Pilpres 2019. Kalau PKS bisa mesra dengan koalisi mengusung Prabowo-Sandi, Demokrat sebenarnya ada di persimpangan jalan," ujar Fadhli.
Karena itu, menurut Analis Politik asal UIN Jakarta ini, strategi yang tepat saat ini dilakukan Demokrat-PKS adalah dengan mulai berani mengumumkan figur yang layak dijual dan dipromosikan ke parpol calon koalisi. Dia melihat figur Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang realistis untuk segera dikenalkan ke publik.
"Perpaduan elektabilitas AHY dan Anies mempermudah komunikasi ke parpol lain. Maka kalo mau lebih berani dua partai itu harus mengumumkan wacana AHY-Anies. Terserah bagaimana setrateginya apakah AHY-Anies atau Anies-AHY, itu kan cuma butuh makan siang bersama saja," kata dia.
Menurut Fadhli, dengan strategi itu setidaknya bisa membuka ruang dengan parpol lain seperti PPP, Nasdem, PKB, dan partai lain yang tak punya kursi di DPR dan partai-partai baru. "Dinamika hari ini, PKB mulai terang-terangan mau koalisi sama PDIP dengan menyodorkan Cak Imin (Ketua Umum PKB). Nah, di saat bersamaan PDIP dan Gerindra makin mesra hubungannya. Artinya, Demokrat-PKS masih ada kesempatan gaet parpol di luar PDIP-Gerindra dengan mengajukan nama Anies dan AHY," pungkasnya.
Karena itu, menurut Analis Politik asal UIN Jakarta ini, strategi yang tepat saat ini dilakukan Demokrat-PKS adalah dengan mulai berani mengumumkan figur yang layak dijual dan dipromosikan ke parpol calon koalisi. Dia melihat figur Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang realistis untuk segera dikenalkan ke publik.
"Perpaduan elektabilitas AHY dan Anies mempermudah komunikasi ke parpol lain. Maka kalo mau lebih berani dua partai itu harus mengumumkan wacana AHY-Anies. Terserah bagaimana setrateginya apakah AHY-Anies atau Anies-AHY, itu kan cuma butuh makan siang bersama saja," kata dia.
Menurut Fadhli, dengan strategi itu setidaknya bisa membuka ruang dengan parpol lain seperti PPP, Nasdem, PKB, dan partai lain yang tak punya kursi di DPR dan partai-partai baru. "Dinamika hari ini, PKB mulai terang-terangan mau koalisi sama PDIP dengan menyodorkan Cak Imin (Ketua Umum PKB). Nah, di saat bersamaan PDIP dan Gerindra makin mesra hubungannya. Artinya, Demokrat-PKS masih ada kesempatan gaet parpol di luar PDIP-Gerindra dengan mengajukan nama Anies dan AHY," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :