BMKG: 55% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau
Senin, 31 Mei 2021 - 14:19 WIB
loading...
A
A
A
Dia pun mengatakan bahwa ancaman karhutla ini akan berpotensi terjadi ketika kemarau terjadi yakni sampai bulan Oktober. "Memang kalau kita bicara masalah Karhutla, kita melihat dari ancaman kemarau kecil yang ada di bulan sebelum Maret dan kemarau besar di bulan Juni sampai dengan bulan September sampai Oktober."
Menurutnya, BMKG, mencoba memonitor perkembangan cuaca dan iklim menganalisisnya dan menyampaikannya ke masyarakat dan juga stakeholder agar kita juga bisa mitigasi lebih awal potensi-potensi yang tidak kita harapkan.
Herizal mengatakan meski sudah memasuki transisi musim hujan ke musim kemarau, masih ada wilayah-wilayah Indonesia yang terpantau memiliki curah hujan yang tinggi. "Misalkan sekarang katakanlah kita bisa masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Dari pantauan kami, memang sesuai dengan prediksi kami ini musim kemarau di awal bulan April dan di bulan Mei curah hujan lebih tinggi dibanding curah hujan rata-rata."
Karena itu, kata dia, kalau kita lihat sekarang musim kemarau tapi masih banyak tempat yang mengalami curah hujan cukup tinggi. "Ini karena apa? Iklim kita dipengaruhi oleh fenomena global La Nina sampai dengan bulan April kemarin. Sehingga, tahun kemarin agak basah sehingga kebakaran turun."
Menurutnya, BMKG, mencoba memonitor perkembangan cuaca dan iklim menganalisisnya dan menyampaikannya ke masyarakat dan juga stakeholder agar kita juga bisa mitigasi lebih awal potensi-potensi yang tidak kita harapkan.
Herizal mengatakan meski sudah memasuki transisi musim hujan ke musim kemarau, masih ada wilayah-wilayah Indonesia yang terpantau memiliki curah hujan yang tinggi. "Misalkan sekarang katakanlah kita bisa masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Dari pantauan kami, memang sesuai dengan prediksi kami ini musim kemarau di awal bulan April dan di bulan Mei curah hujan lebih tinggi dibanding curah hujan rata-rata."
Karena itu, kata dia, kalau kita lihat sekarang musim kemarau tapi masih banyak tempat yang mengalami curah hujan cukup tinggi. "Ini karena apa? Iklim kita dipengaruhi oleh fenomena global La Nina sampai dengan bulan April kemarin. Sehingga, tahun kemarin agak basah sehingga kebakaran turun."
(zik)
Lihat Juga :