Indonesia-Turki Kolaborasi Bangun Peralatan Tempur, Tank Harimau Jadi Bukti

Minggu, 30 Mei 2021 - 14:56 WIB
loading...
Indonesia-Turki Kolaborasi...
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bersama dengan Presiden Turki Recep Tayiip Erdogan. Foto/Kedubes Turki
A A A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto terus berupaya membangun kekuatan pertahanan Indonesia agar kembali disegani oleh negara-negara di dunia. Hal itu bukan tanpa alasan, dahulu Indonesia merupakan negara yang paling disegani bahkan ditakuti oleh beberapa negara, termasuk Amerika Serikat.

Berdasarkan informasi yang dirangkum SINDOnews, pada 1960-an di era kepemimpinan Soekarno, militer Indonesia sempat menjadi yang terkuat dan terbesar di wilayah bumi bagian selatan karena disokong oleh teknologi terbaru buatan Uni Soviet saat ini bernama Rusia. Bahkan, kekuatan militer Belanda sekalipun kala itu masih belum sebanding dengan Indonesia. Baca juga: Erdogan Sambut Kunjungan Menhan Prabowo di Istana Presiden

Di Angkatan Laut (AL) misalnya, Indonesia memiliki kapal perang tercepat dan terbesar saat itu bernama, Sverdlov yang kemudian diganti menjadi KRI Irian. Kapal perang tersebut dilengkapi dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inch yang mampu membawa 1.270 kru. Termasuk 12 kapal selam Pasopati kelas Whiskey yang sangat mematikan. Begitu juga di Angkatan Udara (AU). Saat itu, Indonesia diperkuat dengan pesawat tempur paling canggih di dunia yakni, MiG 21 Fishbed. Bahkan pesawat ini dianggap lebih hebat dari pesawat tempur lain Amerika seperti Supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Baca juga: 5 Hari Sembunyi di Tumpukan Mayat dan Gigitan Semut Selamatkan Nyawa Prajurit Kopassus di Papua

Termasuk 26 armada pembom jarak jauh stategis seperti Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Pesawat Tu-16 Tupolev dilengkapi berbagai peralatan canggih beserta rudal khusus antikapal perang. Hal ini menjadikan Indonesia salah satu dari empat negara yang memiliki pembom strategis yakni, Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia. Namun seiring dengan perubahan geo politik, kekuatan militer Indonesia mengalami kemunduran yang sangat signifikan.

Kini, Indonesia tengah berupaya mengembalikan kekuatan militernya melalui peningkatan kemampuan dan kemandirian industri pertahanan dalam negeri (Inhan). Hal ini penting karena kemandirian dalam memproduksi peralatan perang akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dari negara-negara asing.

Indonesia-Turki Kolaborasi Bangun Peralatan Tempur, Tank Harimau Jadi Bukti


Salah satu negara yang digandeng Indonesia untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri adalah Turki. Kekuatan militer negara yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Berdasarkan analisis data Global Fire Power, negara ini menduduki peringkat ke 11 dunia dalam hal kekuatan militer.

Kerja sama pertahanan Indonesia-Turki saat ini mengalami perkembangan yang cukup membanggakan. Belum lama ini, Indonesia bersama Turki berhasil mengembangkan medium tank yang diberi nama Harimau. Tank yang dilengkapi dengan Kanon 105 mm dan senapan mesin kaliber 7,62 mm ini memiliki daya gempur maksimum.

Tank yang memiliki berat antara 30-35 ton ini didesain khusus untuk daerah operasi tropis seperti hutan karena memiliki bobot yang lebih ringan. Saat ini, tank yang dibanderol dengan harga USD7 juta atau setara Rp101 miliar dengan kurs Rp14.500 ini mulai menarik minat sejumlah negara, salah satunya adalah Filipina.

Indonesia-Turki Kolaborasi Bangun Peralatan Tempur, Tank Harimau Jadi Bukti


Selain medium tank, kerja sama pertahanan Indonesia-Turki juga merambah dalam pembuatan senjata, radar dan kapal selam serta pesawat tanpa awak atau drone. Kemampuan Turki dalam membuat drone tak perlu diragukan lagi. Dalam perang selama 44 hari antara Azerbaijan dengan Armenia, di Nagorno- Karabakh, drone buatan Turki memainkan peran penting dalam memenangkan peperangan bagi militer Azerbaijan. Tidak hanya di peperangan tersebut, drone buatan Turki juga sudah battle proven dalam peperangan di Libya dan Suriah.

Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam kunjungannya ke Indonesia pada 2015 juga menekankan pentingnya memperbaiki hubungan bilateral. Erdogan mengatakan hubungan politik, sosial dan ekonomi yang kuat terjalin antara kedua negara, akan menguntungkan masyarakat Turki, Indonesia dan dunia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
Memajukan Peran Korsel...
Memajukan Peran Korsel sebagai Kekuatan Diplomatik melalui Diplomasi Pertahanan
Telkomsel-Republikorp...
Telkomsel-Republikorp Perkuat Teknologi Komunikasi Pertahanan Nasional
Seskab Teddy: Langit...
Seskab Teddy: Langit Indonesia Harus Aman, Kedaulatan Tidak Bisa Ditawar
Baykar-PT Republik Aero...
Baykar-PT Republik Aero Dirgantara Kembangkan Drone Bayraktar Kizilelma untuk Indonesia
Kumpulkan Panglima hingga...
Kumpulkan Panglima hingga Purnawirawan Jenderal TNI, Sjafrie: Saya akan Sampaikan Satu Hal Esensial
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Rekomendasi
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
Berita Terkini
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro: 94 Saksi dan 26 Ahli Sudah Diperiksa
Dokter Tifa Didampingi...
Dokter Tifa Didampingi Refly Harun Masuk Ruang Tahanan Polda Metro Jaya, Langsung Ditahan?
Penampakan Roy Suryo...
Penampakan Roy Suryo usai Ditahan: Menenteng Rompi Oranye, Enggan Komentar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Infografis
Menakar Peluang Timur...
Menakar Peluang Timur Kapadze Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved