Waspadai Kelompok yang Gunakan Narasi Khilafah di Konflik Palestina-Israel

Sabtu, 29 Mei 2021 - 15:45 WIB
loading...
Waspadai Kelompok yang...
Wakil Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Khariri Makmun. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Solidaritas aksi kemanusiaan untuk Palestina terus mengalir di berbagai negara dan berbagai daerah di Indonesia.

Perjuangan Palestina ini pun dibaca sebagai gerakan nasionalisme rakyat untuk menentukan nasibnya sendiri sebagai negara yang berdaulat. Namun masih saja ada pihak-pihak yang membawa isu ini ke dalam isu politik identitas khilafah sebagai solusi Palestina.

Wakil Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Khariri Makmun mengatakan, memang isu khilafah di Indonesia adalah agenda dari kelompok-kelompok radikal intoleran seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dilarang oleh pemerintah.

Menurut dia, isu-isu seperti konflik Israel Palestina ini kerap dijadikan propaganda dan eksistensi dari ideologi khilafah mereka. ”Memang mereka cukup ahli dalam memanfaatkan isu-isu internasional dunia Islam lalu digunakan sebagai propaganda untuk kepentingan mereka. Oleh karena itu kita hendaknya mewaspadai isu-isu tersebut,” tutur Khariri Makmun, di Jakarta, Jumat 28 Mei 2021.

Namun, Khariri menilai masyarakat saat ini sudah semakin cerdas, apalagi juga dibarengi dengan usaha dari pemerintah untuk meningkatkan wawasan kebangsaan kepada masyarakat di semua segmen.

Menurut dia, yang perlu dilakukan adalah mencerdaskan masyarakat lagi agar semakin banyak yang menjauhi paham atau ideologi khilafah tersebut.

”Isu-isu tentang Palestina itu memang mudah digoreng oleh HTI atau kelompok-kelompok radikal intoleran untuk dijadikan alat sebagai propaganda mereka terkait khilafah. Kemudian mereka juga akan membuat propaganda bahwa Palestina lemah, Palestina tidak bisa kita bebaskan karena kita tidak punya sistem khilafah yang satu, yang bisa membentengi seluruh wilayah-wilayah Islam,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Pidato Ekonomi Presiden:...
Pidato Ekonomi Presiden: Antara Optimisme dan Realitas Pertumbuhan
Indonesia Gabung BoP,...
Indonesia Gabung BoP, Great Institute Ajak Masyarakat Baca Lagi Resolusi DK PBB 2803
Gerbang Indonesia Dilantik...
Gerbang Indonesia Dilantik di Kemhan, Siap Bela Negara untuk Indonesia Maju
PB DDI Imbau Waspadai...
PB DDI Imbau Waspadai Propaganda Jihad Persatuan Global ISIS
Akademisi UI: Jaga Marwah...
Akademisi UI: Jaga Marwah Demokrasi, Jangan Terjebak Propaganda Khilafah
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, Kemendagri Gelar Garuda Youth Camp 2026 Pelajar SMA/SMK se-Jabodetabek
Baznas Kirim Ambulans...
Baznas Kirim Ambulans Bantuan Pemkab dan Masyarakat Karawang untuk Gaza
Langgar Gencatan Senjata,...
Langgar Gencatan Senjata, Israel Bunuh 97 Warga Palestina
Rekomendasi
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Berita Terkini
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved