LAN Tetapkan APWI Organisasi Profesi Widyaiswara se-Indonesia
Jum'at, 28 Mei 2021 - 17:38 WIB
loading...
Kepala LAN Adi Suryanto saat memberikan sambutan dalam acara Kongres Widyaiswara ke-VIII di Kantor LAN, Jalan Veteran 10, Jakarta Pusat. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Widyaiswara dinilai merupakan garda terdepan dalam upaya pemerintah mewujudkan aparatur sipil negara (ASN) yang profesional dan berkelas dunia.
Widyaiswara memiliki peran sangat strategis sebagai guru bangsa atau guru birokrasi yang sangat menentukan keberhasilan, tidak hanya dalam pembentukan karakter namun juga dalam peningkatan kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosio kultural bagi pembangunan sumber daya aparatur bangsa yang unggul, professional, inovatif dan netral sebagai upaya membangun birokrasi yang berkelas dunia (world class bureaucracy).
Berdasarkan Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 254/K.1/HKM 02.2/2021 tentang Organisasi Profesi Jabatan Fungsional Widyaiswara bahwa setiap jabatan fungsional yang berada dibawah pembinaan Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan telah ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) wajib memiliki satu organisasi profesi.
Berdasarkan keputusan tersebut, maka ditetapkan Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) menjadi organisasi profesi yang menaungi seluruh Widyaiswara di Indonesia.
APWI menjadi salah satu terobosan yang inovatif yang merupakan transformasi dari Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI). APWI dibentuk melalui kongres Widyaiswara ke-VIII yang juga bertepatan dengan peringatan hari jadi Widyaiswara ke-20 yang melibatkan Widyaiswara dari seluruh Indonesia.
Kepala LAN, Adi Suryanto ditunjuk menjadi salah satu Dewan Pembina APWI didampingi oleh Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana, MSIS serta enam kepala badan pengembangan sumber daya manusia (BPSDM).
Widyaiswara memiliki peran sangat strategis sebagai guru bangsa atau guru birokrasi yang sangat menentukan keberhasilan, tidak hanya dalam pembentukan karakter namun juga dalam peningkatan kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosio kultural bagi pembangunan sumber daya aparatur bangsa yang unggul, professional, inovatif dan netral sebagai upaya membangun birokrasi yang berkelas dunia (world class bureaucracy).
Berdasarkan Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 254/K.1/HKM 02.2/2021 tentang Organisasi Profesi Jabatan Fungsional Widyaiswara bahwa setiap jabatan fungsional yang berada dibawah pembinaan Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan telah ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) wajib memiliki satu organisasi profesi.
Berdasarkan keputusan tersebut, maka ditetapkan Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) menjadi organisasi profesi yang menaungi seluruh Widyaiswara di Indonesia.
APWI menjadi salah satu terobosan yang inovatif yang merupakan transformasi dari Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI). APWI dibentuk melalui kongres Widyaiswara ke-VIII yang juga bertepatan dengan peringatan hari jadi Widyaiswara ke-20 yang melibatkan Widyaiswara dari seluruh Indonesia.
Kepala LAN, Adi Suryanto ditunjuk menjadi salah satu Dewan Pembina APWI didampingi oleh Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana, MSIS serta enam kepala badan pengembangan sumber daya manusia (BPSDM).
Lihat Juga :