BNPT Lakukan Ini agar Propaganda KKB Tidak Didukung Masyarakat Papua
Kamis, 27 Mei 2021 - 14:17 WIB
loading...
Kepala BNPT Boy Rafli Amar. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pada akhir April 2021, pemerintah resmi menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sebagai kelompok teroris. Selain tindakan hard approach yang dilakukan TNI-Polri lewat Satgas Nemangkawi, pemerintah juga melakukan tindakan soft approach yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) .
"Dalam hal yang sifatnya preemtif, kami melakukan upaya soft approach di Papua. Dan dalam hal ini berkaitan dengan penetapan KKB menjadi kelompok terorisme oleh pemerintah yang telah dijelaskan Bapak Menko Polhukam, kami melakukan refocusing kegiatan di mana upaya-upaya BNPT adalah memaksimalkan upaya soft approach," kata Kepala BNPT Boy Ramli Amar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/5/2021).
Tujuannya, kata Boy, agar radikalisasi dan propaganda yang dilakukan kelompok pro separatis tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat yang berada di tanah Papua. BNPT mencoba melakukan kegiatan-kegiatan soft approach, melakukan kegiatan agar masyarakat yang ada di tanah Papua senantiasa mencintai NKRI.
Baca juga: Tumpas KKB di Papua, Polri Libatkan PPATK, Densus 88, hingga BNPT
"Oleh karena itu, pendekatan lunak yang kami harapkan dapat kami laksanakan dengan sebaik-baiknya. Sehingga seluruh masyarakat nantinya yakin dan percaya kepada apa yang telah ada saat ini. Terutama proses pendekatan kesejahteraan oleh pemerintah dengan menetapkan tanah Papua sebagai daerah otonomi khusus,” ujarnya.
"Dalam hal yang sifatnya preemtif, kami melakukan upaya soft approach di Papua. Dan dalam hal ini berkaitan dengan penetapan KKB menjadi kelompok terorisme oleh pemerintah yang telah dijelaskan Bapak Menko Polhukam, kami melakukan refocusing kegiatan di mana upaya-upaya BNPT adalah memaksimalkan upaya soft approach," kata Kepala BNPT Boy Ramli Amar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/5/2021).
Tujuannya, kata Boy, agar radikalisasi dan propaganda yang dilakukan kelompok pro separatis tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat yang berada di tanah Papua. BNPT mencoba melakukan kegiatan-kegiatan soft approach, melakukan kegiatan agar masyarakat yang ada di tanah Papua senantiasa mencintai NKRI.
Baca juga: Tumpas KKB di Papua, Polri Libatkan PPATK, Densus 88, hingga BNPT
"Oleh karena itu, pendekatan lunak yang kami harapkan dapat kami laksanakan dengan sebaik-baiknya. Sehingga seluruh masyarakat nantinya yakin dan percaya kepada apa yang telah ada saat ini. Terutama proses pendekatan kesejahteraan oleh pemerintah dengan menetapkan tanah Papua sebagai daerah otonomi khusus,” ujarnya.
Lihat Juga :