Ganjar Pranowo Populer di Medsos, tapi Jateng Dikuasai Puan Maharani
Senin, 24 Mei 2021 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
Pada Pileg 2009, dia menuturkan, Ganjar memang terpilih sebagai wakil rakyat, tetapi perolehan suaranya tetap jauh lebih kecil dari Puan Maharani di Jateng. "Tahun 2014, Ganjar banting setir tidak mencalonkan lagi sebagai caleg, tetapi maju sebagai cagub Jateng dan terpilih karena lebih pas dan smart sebagai eksekutif," katanya.
Menurut dia, posisi Puan sebagai Ketua DPR sebenarnya cukup layak untuk dinominasikan sebagai kandidat yang bisa diusung PDIP. "Puan harus lebih sering tampil di hadapan publik," ujarnya.Baca juga: Sangar, Ini Tank Boat Antasena dengan Kanon dan Senapan Mesin Usai Sukses Uji Senjata
Dia menambahkan, konsolidasi PDIP sebagai peraih suara terbanyak Pileg 2019 lalu bisa menjadi modal positif bagi Puan Maharani. Dia melanjutkan, sama halnya seperti jejak Ganjar Pranowo yang pernah tidak lolos sebagai caleg di Jateng, tapi justru terpilih sebagai cagub Jateng.
"Itu artinya, soliditas PDIP nanti juga bisa meningkatkan popularitas, aksebilitas, dan elektabilitas Puan Maharani, jika nanti di 2024 diusung PDIP. Namun Puan lebih layak diusung sebagai cawapres dulu di 2024, bukan capres seperti Megawati di 1999,"katanya.
Adapun isu adanya persaingan itu muncul setelah Ganjar Pranowo dikabarkan tidak diundang ke rapat konsolidasi internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dipimpin oleh Ketua DPP Puan Maharani, putri ketua umum partai berlambang banteng bermoncong putih itu, Megawati Soekarnoputri.
Menurut dia, posisi Puan sebagai Ketua DPR sebenarnya cukup layak untuk dinominasikan sebagai kandidat yang bisa diusung PDIP. "Puan harus lebih sering tampil di hadapan publik," ujarnya.Baca juga: Sangar, Ini Tank Boat Antasena dengan Kanon dan Senapan Mesin Usai Sukses Uji Senjata
Dia menambahkan, konsolidasi PDIP sebagai peraih suara terbanyak Pileg 2019 lalu bisa menjadi modal positif bagi Puan Maharani. Dia melanjutkan, sama halnya seperti jejak Ganjar Pranowo yang pernah tidak lolos sebagai caleg di Jateng, tapi justru terpilih sebagai cagub Jateng.
"Itu artinya, soliditas PDIP nanti juga bisa meningkatkan popularitas, aksebilitas, dan elektabilitas Puan Maharani, jika nanti di 2024 diusung PDIP. Namun Puan lebih layak diusung sebagai cawapres dulu di 2024, bukan capres seperti Megawati di 1999,"katanya.
Adapun isu adanya persaingan itu muncul setelah Ganjar Pranowo dikabarkan tidak diundang ke rapat konsolidasi internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dipimpin oleh Ketua DPP Puan Maharani, putri ketua umum partai berlambang banteng bermoncong putih itu, Megawati Soekarnoputri.
Lihat Juga :