Internal Partai Memanas, PDIP Tak Ingin Elektabilitas Ganjar seperti Jokowi

Senin, 24 Mei 2021 - 11:52 WIB
loading...
Internal Partai Memanas,...
DPP PDIP mulai memberi peringatan keras kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, lantaran dinilai kebablasan terkait ambisinya untuk maju di Pilpres 2024. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - DPP PDIP mulai memberi peringatan keras kepada Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo lantaran dinilai kebablasan terkait ambisinya untuk maju di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Ganjar pun tidak diundang dalam acara Pameran Foto Esai Marhaen yang diselenggarakan PDIP di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/5/2021) kemarin.

Baca juga: Disindir Puan, Ganjar: Saya Bermedsos sejak di DPR

Terkait hal ini, Analis Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga melihat bahwa Ganjar terlalu ambisius. Padahal dalam budaya Jawa, seorang pemimpin atau calon pemimpin tidak baik mempertontonkan ambisinya. Pemimpin yang seperti ini dinilai tidak baik.

"Dalam peribahasa Jawa disebut rame ing gawe dan sepi ing pamrih. Maknanya, dalam setiap kegiatan atau aktivitas tidak pamrih. Bekerjalah seperti air mengalir, tanpa mengharapkan pujian," kata Jamiluddin kepada wartawan, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Ini Sosok Bambang Pacul yang Sebut Ganjar Ojo Keminter

Menurut Jamiluddin, kalau bekerja dengan hasil baik, dengan sendirinya akan mendapat pujian atau apresiasi. Karena itu, bekerjalah tanpa pencitraan. Sehingga, ambisi Ganjar ini membuatnya tidak disenangi oleh para elite PDIP.

"Tampaknya hal itu yang membuat sebagian petinggi DPP PDIP tidak menyukai sikap dan perilaku Ganjar. Ganjar dinilai hanya ingin menonjolkan dirinya sendiri," ujarnya.

Selain itu, kata mantan Dekan FIKOM IISIP ini, PDIP tampaknya sudah menyiapkan Puan Maharani untuk capres 2024, dan jika Ganjar terus bergerak menyiapkan diri untuk maju di 2024, dikhawatirkan elektabilitasnya makin moncer dan ini akan makin sulit dibendung sebagaimana Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014.

"Kelihatannya, PDIP belajar pada kasus Megawati yang akan akan nyapres pada 2014. Mega akhirnya terpaksa menyerahkan ke Jokowi karena elektabilitasnya kalah jauh," ungkap Jamiluddin.

Oleh karena itu, dia menambahkan, gejala yang sama juga bisa terjadi bila Ganjar tidak dibendung jauh-jauh hari. Elektabilitas Puan akan tercecer jauh dari Ganjar. Dan kalau ini terjadi, Puan akan mengalami nasib yang sama dengan ibunya, Megawati Soekarnoputri.

"Mega tentu tidak ingin kasus yang sama terjadi pada anak tercintanya. Segala cara akan dilakukan untuk membendung Ganjar, termasuk dengan tidak mengundangnya pada acara di Semarang," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Ferdinand Hutahaean:...
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Khianati Prabowo Demi Ambisi Politik Keluarga di 2029
PDIP Kembali Tegaskan...
PDIP Kembali Tegaskan Posisinya Jadi Mitra Strategis Pemerintah: Kami Tidak Nyinyir
Dua Legislator PDIP...
Dua Legislator PDIP Desak Kementerian PU Tegur Kontraktor Sekolah Rakyat di Muncar
Banteng Muda Indonesia...
Banteng Muda Indonesia Galang Dana Bantu Korban Banjir Bali dan NTT
Beri Dukungan, Ganjar...
Beri Dukungan, Ganjar Datang ke Sidang Pledoi Hasto | Sindo Prime
Rekomendasi
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Berita Terkini
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved