Teror Peretasan Aktivis, KSP: Jika Ada Teror dan Ancaman Segera Laporkan
Sabtu, 22 Mei 2021 - 09:58 WIB
loading...
Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani meminta jika ada masyarakat yang merasa diteror dan diancam karena peretasan nomor kontak maupun media sosial untuk segera melaporkannya. Foto/KSP
A
A
A
JAKARTA - Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) , Jaleswari Pramodhawardani meminta jika ada masyarakat yang merasa diteror dan diancam karena peretasan nomor kontak maupun media sosial untuk segera melaporkannya. Hal ini agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Bagi individu yang merasa mendapat ancaman, teror dan sejenisnya dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab supaya aktif melaporkannya kepada aparat penegak hukum untuk dapat diambil tindakan,” ujarnya dalam keterangan persnya, Sabtu (22/5/2021). Baca juga: KSP Minta Kebocoran Data Penduduk hingga Teror Peretasan Aktivis Diusut Tuntas
Jaleswari menyebut bahwa dalam waktu belakangan ini sejumlah aktivis masyarakat sipil dan beberapa tokoh masyarakat menyatakan merasa terteror. Pasalnya, mereka peretasan atas nomor kontak pribadi dan akun media sosialnya.
“Serta mendapat panggilan telepon bertubi-tubi dari nomor yang tidak dikenal. Kejadian tersebut terjadi di berbagai kesempatan yang berbeda,” katanya.
Dia mengatakan bahwa hal tersebut tidak diharapkan terjadi. Menurutnya, hal ini sesuatu yang meresahkan dan memprihatinkan.
“Bagi individu yang merasa mendapat ancaman, teror dan sejenisnya dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab supaya aktif melaporkannya kepada aparat penegak hukum untuk dapat diambil tindakan,” ujarnya dalam keterangan persnya, Sabtu (22/5/2021). Baca juga: KSP Minta Kebocoran Data Penduduk hingga Teror Peretasan Aktivis Diusut Tuntas
Jaleswari menyebut bahwa dalam waktu belakangan ini sejumlah aktivis masyarakat sipil dan beberapa tokoh masyarakat menyatakan merasa terteror. Pasalnya, mereka peretasan atas nomor kontak pribadi dan akun media sosialnya.
“Serta mendapat panggilan telepon bertubi-tubi dari nomor yang tidak dikenal. Kejadian tersebut terjadi di berbagai kesempatan yang berbeda,” katanya.
Dia mengatakan bahwa hal tersebut tidak diharapkan terjadi. Menurutnya, hal ini sesuatu yang meresahkan dan memprihatinkan.
Lihat Juga :