Kemenag: Indonesia dan Rusia Sepakat Dialog Agama untuk Perdamaian Dunia
Jum'at, 21 Mei 2021 - 05:16 WIB
loading...
Menag, Yaqut Cholil Qoumas melakukan pertemuan secara virtual dengan Duta Besar Rusia, Lyudmila G Vorobyova, disekapakati dialog agama untuk perdamaian dunia. Foto/Muhammad Refi Sandi/MPI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas melakukan pertemuan secara virtual dengan Duta Besar Rusia, Lyudmila G Vorobyova. Diketahui dari pertemuan tersebut Indonesia dan Rusia sepakati dialog agama untuk perdamaian dunia.
Menag Yaqut menuturkan bahwa agama memiliki peran besar untuk menyatukan dunia. Namun, saat ini ada orang-orang yang kerap menggunakan agama untuk kepentingan politik semata serta berdampak pada kehancuran peradaban dunia.
Oleh karenanya, diperlukan kesadaran semua pihak untuk menghilangkan sifat destruktif agama ini. Salah satunya dengan memperbanyak dialog lintas agama (interfaith dialogue).
"Sejarah kita ini juga menunjukkan bagaimana agama-agama selain bisa mempersatukan manusia juga bisa mendestruksi peradaban umat manusia,” ucap Gus Yaqut, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/5/2021).
"Contoh yang paling akhir adalah bagaimana konflik politik di Israel dan palestina itu kemudian di beberapa tempat dimodifikasi menjadi konflik agama. Oleh karena itu saya yakin kita sama-sama punya tanggung jawab untuk menghilangkan sikap destruktif agama," sambungnya.
Menag Yaqut menuturkan bahwa agama memiliki peran besar untuk menyatukan dunia. Namun, saat ini ada orang-orang yang kerap menggunakan agama untuk kepentingan politik semata serta berdampak pada kehancuran peradaban dunia.
Oleh karenanya, diperlukan kesadaran semua pihak untuk menghilangkan sifat destruktif agama ini. Salah satunya dengan memperbanyak dialog lintas agama (interfaith dialogue).
"Sejarah kita ini juga menunjukkan bagaimana agama-agama selain bisa mempersatukan manusia juga bisa mendestruksi peradaban umat manusia,” ucap Gus Yaqut, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/5/2021).
"Contoh yang paling akhir adalah bagaimana konflik politik di Israel dan palestina itu kemudian di beberapa tempat dimodifikasi menjadi konflik agama. Oleh karena itu saya yakin kita sama-sama punya tanggung jawab untuk menghilangkan sikap destruktif agama," sambungnya.
Lihat Juga :