Dinamika Politik 2024 Cukup Berat, Figur Capres Populer adalah Kunci

Kamis, 20 Mei 2021 - 08:26 WIB
loading...
Dinamika Politik 2024...
Direktur Riset IPS, Arman Salam mengatakan militansi pemilih terhadap figur populer jauh lebih kuat sebagai magnet pemilih dibanding militansi terhadap partai. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS), Arman Salam menyatakan jika sistem Pemilu yang dipakai sama dengan model pelaksanaan Pemilu 2019 lalu dimana Pileg berbarengan dengan Pilpres maka skema memunculkan figur bakal calon presiden (Capres) yang populer dan potensial adalah salah satu cara yang cukup tepat dalam peraihan dulangan suara partai pengusung.

Hal itu dikatakan Arman melihat dinamika dan konfigurasi 'medan' politik 2024 yang cukup berat, khususnya bagi partai politik pendatang baru. Dia menilai pemilih sudah diklaster oleh partai mapan yang lolos ke Parlemen dan partai non Parlemen. Menurut dia, kondisi ini masih ditambah militansi pemilih terhadap figur populer jauh lebih kuat sebagai magnet pemilih dibanding militansi terhadap partai. Baca juga: Jadi King Maker Pilpres 2024, Jokowi Diyakini Tak Bakal Gegabah Pilih Jagoan

"Terkait besar kecilnya perolehan muntahan suara figur capres pada masing masing partai pengusung capres populer tergantung dari kelincahan mesin partai dalam mengkapitalisasi efek domino tersebut yang juga erat kaitannya terhadap infrastruktur partai pada tataran grass root," ujar Arman saat dihubungi, Kamis (20/5/2021).

Lebih lanjut Arman menilai, secara matematis tentu partai besar dan pengusung "Bang Jago" yang berpeluang meraup lebih banyak suara dibanding partai kecil, mengingat infrastruktur partai dalam mengkapitalisasi pemilih lebih mudah ketika disodorkan nama-nama figur capres yang 'hilir-mudik' di papan survei.

"Tentu strategi menonjolkan capres populer bukan satu-satunya, kemampuan manuver partai untuk kasus strategis dan program program populer pro rakyat juga bagian penting dalam dulangan suara pada pertarungan," jelasnya.

Di sisi lain, kata Arman, kondusifitas di tubuh partai juga menjadi penting. Menurut dia, kegaduhan internal partai misalnya soliditas pengurus partai bahkan pertarungan faksi-faksi di internal partai juga berpengaruh terhadap perolehan dukungan dan yang lebih kejam dalam merontokkan suara partai adalah keterlibatan elite partai baik tingkat pusat maupun daerah pada kasus korupsi, asusila dan narkoba. Baca juga: Pilpres 2024, Gatot Nurmantyo-Rizal Ramli Layak Jadi Capres-Cawapres Alternatif

"Sehingga partai dituntut untuk bersolek sempurna di saat tahun politik itu sudah masuk jika ingin maksimal mendulang suara," kata Alumni strategi kebijakan publik Universitas Indonesia (UI) itu.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
Momen Jokowi Salat Jumat...
Momen Jokowi Salat Jumat Masjid Al Hikmah Sebelum Blusukan di Lampung
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Berita Terkini
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Infografis
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved