Ajakan Puan Perangi Pandemi, Ingatkan Seruan Bung Karno Terkait Solidaritas

Rabu, 19 Mei 2021 - 16:50 WIB
loading...
Ajakan Puan Perangi...
Seruan Ketua DPR Puan Maharani, agar dunia bersatu memerangi pandemi virus Corona (Covid-19), mengingatkan seruan Bung Karno untuk mengeratkan solidaritas. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Seruan Ketua DPR RI Puan Maharani, agar dunia bersatu memerangi pandemi virus Corona (Covid-19) dengan cara mengupayakan pemerataan ketersediaan vaksin di seluruh dunia, mengingatkan sebagian anak bangsa akan seruan Bung Karno untuk mengeratkan solidaritas dunia ketiga pada zamannya.

Baca juga: Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir? IDI: Kemungkinan 'Permanen'

Seruan Puan yang menegaskan, hanya solidaritas global yang kini menjadi satu-satunya pilihan untuk mengatasi potensi memburuknya dampak pandemi Covid-19, dinyatakan cucu Bung Karno itu dalam pertemuan Inter-Parliamentary Union (IPU).

Baca juga: Terus Rugi karena Pandemik, Perusahaan Transportasi Kanada Tutup Layanan

"Apa yang Ibu Puan serukan, yakni pentingnya dunia bersatu dalam memerangi pandemi Covid-19, mengingatkan kita semua pada seruan Bung Karno saat menggalang solidaritas dunia ketiga untuk melawan penjajahan blok negara-negara kolonialis pada zamannya," kata pengamat Miartiko Gea dalam rilisnya, Rabu (19/5/2021).
Ajakan Puan Perangi Pandemi, Ingatkan Seruan Bung Karno Terkait Solidaritas

Miartico Gea yang juga Koordinator Nasional Sipil Peduli Demokrasi (Kornas PD) menjelaskan, di masa lalu, seruan Bung Karno tersebut telah menggugah negara-negara dunia ketiga untuk memerdekakan diri dari penjajah.

Baca juga: Perusahaan Investasi Ini Membantu Komunitas di Jawa Barat Hadapi Pandemi Covid-19

Pada saat itu, Bung Karno bahkan berhasil menggalang negara-negara dunia ketiga yang disebutnya sebagai 'emerging forces' untuk bertemu dalam konferensi akbar di Bandung, yakni Konferensi Asia-Afrika.

"Indonesia di bawah Bung Karno saat itu bisa menggalang solidaritas kelompok negara-negara New Emerging Forces (Nefo) yakni negara-negara progresif revolusioner, yang melawan Oldefo (Old Established Forces) atau negara-negara kapitalis yang sejatinya neokolonialis dan imperialis (Nekolim)," kata Miartiko.

Dalam kaitannya dengan kekinian, ia berharap seruan Puan Maharani bisa memantik solidaritas negara-negara di dunia untuk saling peduli dan saling tolong dalam upaya memerangi pandemi Covid-19 yang terus menggila ini.

Pasalnya, kata Miartiko sembari membenarkan pernyataan Puan, tidak mungkin pandemi Covid-19 bisa dikalahkan tanpa usaha bersama dan gotong royong di antara negara-negara di dunia.

"Covid hanya bisa dikalahkan dengan kebersamaan dan saling bantu. Sebab, kalau pun satu negara bisa bebas Covid, selama ada negara di dunia yang masih belum terbebas dari Covid karena ketiadaan vaksin, maka virus corona baru akan terus ada, terus bermutasi dan semakin sukar kita taklukan," ucap Miartiko.

Untuk itu, Miartiko sepenuhnya setuju dengan Puan yang menegaskan pilihan satu-satunya bagi negara-negara di dunia, tak lain dan tak bukan kecuali bersatu. Miartiko menunjuk titik penting yang ditunjukkan Puan dalam seruannya di depan sidang IPU, yakni saling membantu dalam penyediaan vaksin Covid-19.

"Sebagaimana dikatakan Ibu Puan, dunia memang tengah berada dalam situasi genting terkait tidak meratanya ketersediaan vaksin di antara bangsa-bangsa di dunia. Kalau pun vaksinasi di satu negara kelar, manakala masih ada negara yang tak bisa menuntaskan vaksinasi massal karena tak adanya pasokan, maka dunia tetap berada dalam bahaya karena peluang terjadinya herd immunity tidak akan terbangun," ungkapnya.

Karena itulah, Miartiko menyatakan apresiasi mendalam atas keberanian Puan menjadi inisiator penggalangan kekuatan negara-negara, dalam sebuah forum terkemuka seperti sidang ke-142 IPU. "Kita harus bangga, karena seruan untuk persatuan dunia itu datang dari wakil kita di Parlemen," ujar Miartiko.

Sebagaimana beredar luas dalamn berita media massa, Ketua DPR RI Puan Maharani menyerukan terjalinnya solidaritas dunia dalam memerangi pandemi Covid-19 secara bersama. Seruan keprihatinan Puan tersebut didasarkan pada tidak meratanya ketersediaan vaksin di antara negara-negara di dunia, karena ketersediaan dan daya beli masing-masing negara.

Sebagai seruan untuk langkah konkret, Puan menyerukan agar negara surplus persediaan vaksin membagi stok vaksin yang dimilikinya dengan negara lain. Selain itu Puan juga menyatakan seruan untuk terjadinya transfer teknologi pembuatan vaksin dari negara maju kepada pusat-pusat produksi vaksin di negara berkembang, yang diiringi penghapusan larangan ekspor untuk bahan-bahan dasar pembuat vaksin.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Pancasila Lahir Bukan...
Pancasila Lahir Bukan dari Ruang Kosong, Presiden: Sebuah Konsensus Agung
Momen Prabowo Mencari...
Momen Prabowo Mencari Kopi saat Pidato di Rapat Paripurna DPR
Disambut Puan Maharani,...
Disambut Puan Maharani, Presiden Prabowo Hadiri Rapat Paripurna DPR
Prabowo: Bung Karno...
Prabowo: Bung Karno Bukan Milik Satu Partai
Salat di Masjid DPR,...
Salat di Masjid DPR, Puan Harap Iduladha 2026 Jadi Momen Rajut Kepedulian Sosial
Prabowo, Bahlil Lahadalia...
Prabowo, Bahlil Lahadalia hingga Puan Maharani Hadiri Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju
Kisah Letkol Imam Syafiie...
Kisah Letkol Imam Syafiie Tolak Tawaran Bung Karno Jadi Komandan Cakrabirawa
Rekomendasi
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Berita Terkini
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
KPK Sita Dokumen Pengadaan...
KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved