Dugaan Peretasan Anggota ICW, Polri: Kami Butuh Bukti Awal yang Kuat

Rabu, 19 Mei 2021 - 20:26 WIB
loading...
Dugaan Peretasan Anggota...
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Indonesia Corruption Watch (ICW) mengalami gangguan saat konferensi pers virtual dengan mengundang para mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gangguan itu berupa peretasan dengan cara memunculkan gambar dan video porno, hingga percobaan pembajakan akun WhatsApp.

Menanggapai kabar itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, untuk melakukan proses penyelidikan lebih lanjut, kepolisian harus didukung dengan bukti dan data kuat. Ia meminta kepada anggota ICW bisa membantu kerja kepolisian untuk mengusut kasus itu.

"Tapi untuk membuat sebuah kejadian itu menjadi sebuah perkara, Polri membutuhkan bukti awal yang cukup untuk ditindaklanjuti. Jadi kalau hanya sebuah isu yang sumbernya belum jelas tentunya Polri tidak cukup. Maka dibutuhkan bukti awal yang cukup," kata Ramadhan dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Diretas, Akun WA Anggota ICW dan Eks Pimpinan KPK Dikirimi Video Porno

Ramadhan mengakui kasus ini memang sudah menjadi atensi atau perhatian kepolisian. Namun, tentunya untuk tindak lanjut diperlukan bukti awal yang mendukung.

"Kalau perhatian perlu, tapi untuk melanjutkan penyelidikan itu kami harus punya bukti awal yang cukup, tidak mungkin ada sesuatu yang menjadi ramai di masyarakat Polri tidak atensi, itu tidak mungkin, tentu menjadi perhatian," ucap Ramadhan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Sita Rumah Bupati...
KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Sinergi KPK dan BNN...
Sinergi KPK dan BNN dalam Raker Komisi III DPR Bahas Program 2027
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Kenakan Rompi Tahanan,...
Kenakan Rompi Tahanan, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK
Rekomendasi
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Infografis
Deretan Kasus Anggota...
Deretan Kasus Anggota TNI-Polri Terjerat Judi Online
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved