Fadli Zon: Kemerdekaan Palestina adalah Utang Indonesia dari KAA 1955
Rabu, 19 Mei 2021 - 16:37 WIB
loading...
Fadli Zon mengatakan Palestina adalah utang Indonesia dari Kongres Asia Afrika pada 1955. Foto/youtube
A
A
A
JAKARTA - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Fadli Zon menyatakan, dalam waktu dekat lebih dari 250 anggota parlemen dunia akan menyampaikan pernyataan sikap bersama yang ditandatangani empat ketua parlemen dunia untuk mendukung perjuangan warga Palestina .
Fadli mengatakan, sebelum merilis joint statement pihaknya sudah berdiskusi dengan sejumlah pihak termasuk juga dengan kementerian luar negeri, terkait dengan sejumlah poin yang dinilainya sejalan dengan kepentingan politik luar negeri Indonesia.
"Tadi disebutkan moderator bahwa kita sebenarnya mempunyai utang kepada Palestina karena Palestina mendukung kemerdekaan Indonesia. Dan di dalam konstitusi, kita terutama di pembukaan UUD 1945, juga dengan tegas pada paragraf pertama, menyatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan," tutur Fadli secara virtual, Rabu (19/5/2021).
Baca juga: BKSAP Kecewa Pertemuan OKI dan DK PBB Tak Mampu Hentikan Aksi Brutal Israel
Fadli menegaskan, dukungan kepada Palestina merupakan perintah konstitusi dan ia menganggap Palestina juga merupakanpekerjaan rumahBangsa Indonesia yang belum selesai hasil dari Konferensi Asia Afrika tahun 1955.
Fadli mengatakan, sebelum merilis joint statement pihaknya sudah berdiskusi dengan sejumlah pihak termasuk juga dengan kementerian luar negeri, terkait dengan sejumlah poin yang dinilainya sejalan dengan kepentingan politik luar negeri Indonesia.
"Tadi disebutkan moderator bahwa kita sebenarnya mempunyai utang kepada Palestina karena Palestina mendukung kemerdekaan Indonesia. Dan di dalam konstitusi, kita terutama di pembukaan UUD 1945, juga dengan tegas pada paragraf pertama, menyatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan," tutur Fadli secara virtual, Rabu (19/5/2021).
Baca juga: BKSAP Kecewa Pertemuan OKI dan DK PBB Tak Mampu Hentikan Aksi Brutal Israel
Fadli menegaskan, dukungan kepada Palestina merupakan perintah konstitusi dan ia menganggap Palestina juga merupakanpekerjaan rumahBangsa Indonesia yang belum selesai hasil dari Konferensi Asia Afrika tahun 1955.
Lihat Juga :