Rating Faceebook Terjun Bebas Gara-gara Sensor Unggahan Isu Palestina

Selasa, 18 Mei 2021 - 16:48 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Para Pekerja Italia Ogah Memuat Pengiriman Senjata Bertujuan Israel

Mereka yang ingin masuk ke akun setelah diblokir karena mengunggah konten terkait Israel dipersulit. ”Hay, aku mau bilang tolong hilangin buat akun baru mengunakan nomer telpon, sumpah nomer saya sudah ada yg di pakai untuk bikin akun Facebook, sedangkan saya aja bikin akun pakai email, tolong hapus pitur yang mengunakan nomer telepon sebagai penguna baru. Meresahkan dan mudah sekali di retas sama orang-orang yang tidak bertanggung jawab, nomer telpon itu sebagai code Autentikasi dua faktor saja itu lebih bagus, tolong hapus nomer telpon sebagai penguna akun baru di Facebook. Terimaksih,” tulis Ridwan Arifin.

Irfan Noviandana, salah satu pegiat media sosial mengaku tak bisa lagi membuat akun baru Facebook dengan menggunakan nama aslinya. Dia mencurigai namanya masuk daftar hitam terlebih sudah berkali-kali unggahannya terkait FPI dan Palestina dihapus. "Kebijakan soal Palestina ini setelah ada pertemuan antara Facebook dengan Kementerian Kehakiman Israel. Tetapi sejatinya Facebook selalu tunduk pada kebijakan penguasa sebuah negara, ujar dia kepada SINDOnews, Selasa (18/5/2021).
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Macron Puji Prabowo...
Macron Puji Prabowo Punya Sikap Tegas dan Berani Dukung Kemerdekaan Palestina
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Kecam Israel atas Penahanan...
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi ke Gaza, Menlu Sugiono: Pelanggaran Hukum Internasional
Pulang ke Tanah Air,...
Pulang ke Tanah Air, Relawan WNI Ceritakan Brutalnya Penyiksaan Tentara Israel
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Rekomendasi
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Maraton Microdrama Makin...
Maraton Microdrama Makin Seru di V+Short, Simak Rekomendasinya!
Berita Terkini
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved