Benarkah Terjadi Gelombang Panas di Indonesia? Ini Penjelasan BMKG
Senin, 17 Mei 2021 - 17:32 WIB
loading...
A
A
A
"Yang terjadi di wilayah Indonesia adalah kondisi suhu panas harian yang umumnya disebabkan oleh kondisi cuaca cerah pada siang hari dan relatif lebih signifikan pada saat posisi semu matahari berada di sekitar ekuatorial. Pada pertengahan Mei ini, posisi semu matahari sudah berada di Belahan Bumi Utara (BBU) di sekitar 19o LU, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa di wilayah Indonesia selatan ekuator akan menjelang periode angin timuran yang identik dengan musim kemarau," kata Guswanto.
Baca juga: Peningkatan Suhu Bumi Dijaga 1,5 Derajat Celcius, Lebih Berarti Bencana
Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum 16 Mei 2021 tercatat berkisar antara 33.0-35.2 °C dengan suhu maksimum 35.2 °C terjadi di Surabaya. "Kondisi suhu maksimum dengan kisaran tersebut masih berada kondisi normal, di mana perubahan suhu maksimum harian masih dapat terjadi dalam skala waktu harian bergantung pada kondisi cuaca atau tingkat perawanan di suatu wilayah," kata Guswanto.
Sementara saat ini, kata Guswanto, sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki awal musim kemarau, di mana tingkat perawanan akan cukup rendah pada siang hari. "Sehingga masyarakat diimbau dan diharapkan tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas atau kondisi terik pada siang hari dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan diri, keluarga, serta lingkungan," katanya.
Baca juga: Peningkatan Suhu Bumi Dijaga 1,5 Derajat Celcius, Lebih Berarti Bencana
Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum 16 Mei 2021 tercatat berkisar antara 33.0-35.2 °C dengan suhu maksimum 35.2 °C terjadi di Surabaya. "Kondisi suhu maksimum dengan kisaran tersebut masih berada kondisi normal, di mana perubahan suhu maksimum harian masih dapat terjadi dalam skala waktu harian bergantung pada kondisi cuaca atau tingkat perawanan di suatu wilayah," kata Guswanto.
Sementara saat ini, kata Guswanto, sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki awal musim kemarau, di mana tingkat perawanan akan cukup rendah pada siang hari. "Sehingga masyarakat diimbau dan diharapkan tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas atau kondisi terik pada siang hari dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan diri, keluarga, serta lingkungan," katanya.
(abd)
Lihat Juga :