Israel Sasar Perempuan dan Anak, Legislator PKS: Ini Kejahatan Kemanusiaan!

Senin, 17 Mei 2021 - 13:00 WIB
loading...
Israel Sasar Perempuan...
Legislator Partai Keadilan Sejahtera Kurniasih Mufidayati mengutuk keras serangan Israel ke Palestina yang menjadikan perempuan dan anak sebagai korban jiwa. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati mengutuk keras serangan Israel ke Palestina yang turut menjadikan perempuan dan anak sebagai korban jiwa. Bahkan sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal.

Baca juga: Soal Palestina, Pihak Moeldoko Ingatkan Demokrat AHY Jangan Permalukan SBY

Hingga hari ketujuh serangan Israel ke Gaza Palestina, dilaporkan 192 orang meninggal, 58 diantaranya anak-anak dan 34 adalah perempuan. Sementara dilaporkan lebih dari 1.200 luka.

Baca juga: Serangan Udara Israel Tewaskan 42 Warga Palestina di Gaza

Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga ini menegaskan, serangan terhadap perempuan dan anak warga sipil (non combatant) jelas melanggar Konvensi Jenewa 1949. Sehingga banyaknya jatuh korban jiwa sipil termasuk perempuan dan anak-anak sudah merupakan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan.

"Berkali-kali dalam serangan ke Gaza yang jatuh korban adalah warga sipil termasuk diantaranya perempuan dan anak-anak. Ini jelas kejahatan kemanusiaan, namun ironinya seluruh dunia tidak ada yang bisa membawa Israel mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Mufida dalam keterangannya, Senin (17/5/2021).

Baca juga: Pernyataan Bersama Presiden Jokowi, PM Malaysia, dan Sultan Brunei Kutuk Keras Agresi Israel ke Palestina

Pada serangan kali ini, kata Mufida, kekejamannya jauh lebih menyayat hati. Ada satu keluarga yang wafat karena satu rumah hancur, ada bayi yang jadi korban. Tak ada lagi sedikitpun rasa kemanusiaan.

"Serangan ini sengaja terus dilancarkan bahkan pada saat Ramadhan dan Hari Raya. Bayangkan anak-anak yang berhak mendapatkan pengalaman bahagia saat hari Idul Fitri, justru harus berhadapan dengan serangan brutal Israel," ujar Mufida.

Mufida mengatakan perjuangan kaum ibu dan perempuan di Palestina juga berlipat ganda pada saat serangan terjadi. Para ibu pada saat serangan pasti mengalami kondisi mencekam tapi pada saat bersamaan harus tetap menenangkan anak-anak.

Terlebih sebelumnya, Palestina juga harus berjuang menghadapi Pandemi Covid-19 dengan berbagai keterbatasan dan kesulitannya. Apalagi kaum perempuan adalah salah satu yang rentan terpapar Covid-19.

"Kami mendapat cerita dari kolega di Palestina bagaimana kaum ibu tidak bisa istirahat, tetap di rumah dengan suasana mencekam. Tapi pada saat Idul Fitri harus tetap memberikan hiburan bagi anak-anaknya agar situasi ini tidak menimbulkan trauma. Mereka berjuang sendirian di rumah-rumah," katanya.

Dia melanjutkan, sungguh para Ibu di Palestina adalah ibu-ibu yang tangguh. Tetap tegar menghadapi situasi buruk serangan kejam. "Bahkan tersenyum bahagia jika putranya syahid di medan perang. Betapa mulia derajat kaum perempuan dan ibu di Palestina. Semoga semakin menguat pembelaan dunia untuk Palestina. #WeStandWithPalestine
#SaveWomenChildrenPalestine," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Kecam Israel atas Penahanan...
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi ke Gaza, Menlu Sugiono: Pelanggaran Hukum Internasional
Pulang ke Tanah Air,...
Pulang ke Tanah Air, Relawan WNI Ceritakan Brutalnya Penyiksaan Tentara Israel
Mengharukan! Bocah 9...
Mengharukan! Bocah 9 Tahun Bawa Poster untuk Ayah yang Pulang usai Ditawan Israel
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Rekomendasi
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Berita Terkini
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Ichsanuddin Noorsy:...
Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved