Pertanyaan Nyeleneh Muncul di Tes Pegawai KPK, Pakar Hukum Curiga Ada Politisasi

Senin, 17 Mei 2021 - 09:32 WIB
loading...
Pertanyaan Nyeleneh...
Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Kejanggalan isi pertanyaan dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang membuat 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lolos proses alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN) terus menjadi polemik.

Belakangan, terungkap adanya pertanyaan kepada peserta tes mengenai aksi emo menolak Firli Bahuri menjadi calon pimpinan KPK.

Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menilai jika benar adanya pertanyaan seperti itu, maka TWK itu bisa ditengarai sebagai tes dengan pesan sponsor.

"Jika benar ada pertanyaan apakah ikut demo tolak Firli dalam TWK KPK, maka ini bisa ditenggarai sebagai tes dengan pesan sponsor, karena itu tidak mengherankan subjektivitas sangat mewarnai TWK ini," tutur Fickar kepada SINDOnews, Senin (17/5/2021).Baca juga: Tes Wawasan Kebangsaan, Pegawai KPK Ditanya Apakah Ikut Demo Tolak Firli Bahuri

Menurut dia, seharusnya pertanyaan menyangkutpemerintahan yang sedang berkuasa di KPK itu tidak muncul. "Ini artinya juga TWK sudah dipolitisasi," ujarnya.

Padahal, kata dia, di dalam demokrasi, perbedaan pendapat termasuk untuk rasa terhadap sebuah kebijakan atau seseorang merupakan bagian dari dinamika demokrasi. "Jadi, sangat jelas TWK ini sudah dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk membentengi kekuasaan," ungkapnya.

Menurut dia, fenomena tersebut sebenarnya sangat buruk. Karena, kata dia, KPK seharusnya diletakkan sebagai institusi penegakan hukum yang bebas dari kepentingan kelompok apapun. "Ironis situasi ini membawa kepada situasi yang tidak kondusif dimana KPK di ambang kehancuran,"tuturnya.Baca juga: Penyerahan Tugas 75 Pegawai KPK ke Atasannya Dinilai Sudah Sesuai Hukum
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Sita Catatan Keuangan...
KPK Sita Catatan Keuangan usai Geledah Rumah Dinas hingga Kantor Bupati Lombok Barat
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
KPK Sebut OTT Bupati...
KPK Sebut OTT Bupati Lombok Barat Naik ke Tahap Penyidikan
Yusril Sebut KPK Bisa...
Yusril Sebut KPK Bisa Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
PASTI Indonesia Minta...
PASTI Indonesia Minta KPK Soroti Pengelolaan PDRD Raja Ampat Tahun 2025
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Berita Terkini
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved