Penyekatan Arus Balik Lebaran, Menko PMK: Jakarta Bukan Satu-satunya

loading...
Penyekatan Arus Balik Lebaran, Menko PMK: Jakarta Bukan Satu-satunya
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
JAKARTA - Arus balik mudik Lebaran 1442 Hijriah sudah berlangsung sejak pekan lalu. Pemerintah beserta aparat kepolisian dan stakeholder terkait telah menyiapkan berbagai skenario untuk meminimalisir penyebaran virus corona pascamomen Idul Fitri tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa antisipasi arus balik bukan hanya dilakukan di DKI Jakarta. Di beberapa pusat kota, termasuk masing-masing ibu kota provinsi, juga dilakukan penyekatan arus balik Lebaran.

Baca juga: Ini Dia Titik-Titik Penyekatan Arus Balik Lebaran

"Ibu kota bukan satu-satunya. Ini semua sudah kita hitung, termasuk ibu kota di setiap provinsi yang nanti juga akan menjadi tujuan arus balik. Ini sudah kita hitung betul, mudah-mudahan nanti perhitungan kita mendekati benar," ujar Muhadjir dalam keterangan resminya, Minggu (16/5/2021).



Muhadjir mengakui hal itu tidaklah mudah. "Karena ini kan bicara tentang orang, mobilitas, susah untuk dipastikan. Tetapi apa yang sudah dilakukan Pak Menhub, aparat kepolisian dan TNI di dalam melakukan penyekatan dan penindakan ketika berangkat. Saya kira ini sangat berharga untuk dijadikan dasar kita membijaksanai menyambut kedatangan mereka arus balik ini," imbuhnya.

Baca juga: Arus Balik Lebaran, Satgas Covid-19 Ingatkan Jangan Sampai Terjadi Teori Pingpong

Muhadjir menambahkan bahwa pemerintah telah mengevaluasi terkait pelaksanaan kebijakan peniadaan mudik Lebaran tahun ini. Dimana secara umum aturan tersebut telah berjalan cukup bagus.

"Memang kebijakan peniadaan mudik ini tidak berhasil 100% tapi bukan berarti gagal sama sekali. Secara umum sudah bagus," tuturnya.

Pemerintah telah mempersiapkan fasilitas tambahan seperti tempat tidur rumah sakit, ruang ICU, serta ketersediaan oksigen. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga telah menambah jumlah pelacak (tracer) dari 5 ribu menjadi 100 ribu orang.

"Mudah-mudahan ini akan bisa lebih mengefektifkan untuk mencegah terjadinya penyebaran varian baru yang sudah berada di Singapura, Malaysia, Filipina, dan mudah-mudahan tidak sampai seperti yang terjadi di negara yang sangat parah," pungkasnya.
(thm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top