Perhatian Ketua DPR Terkait Penanganan Mudik dan WNA Diapresiasi
Sabtu, 15 Mei 2021 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
Nurkhasanah menambahkan, atensi Puan Maharani terhadap persoalan kedatangan WNA dan keselamatan warga dari Covid-19 itu tidak hanya diapresiasi kalangan milenial di dunia nyata. Nurkhasanah mengingatkan, kepedulian Puan pun dicatat dan diapresiasi oleh para pegiat dunia maya atau netizen.
Ia menunjuk fakta bahwa pada Jumat malam (14/5) tagar #AtensiKetuaDPR menjadi salah satu top trend Indonesia, dengan lebih dari 10 ribu cuitan di Twitter.
"Jadi, jangan pernah berpikir bahwa para netizen itu autis dan hanya mempedulikan diri mereka masing-masing. Siapa pun yang mereka nilai peduli kepada masyarakat, tentu akan mereka hargai dan hormati. Itu yang mereka lakukan sebagai apresiasi atas kepedulian dan atensi Ibu Puan," ungkap Nurkhasanah.
Menurut dia, hal-hal yang berlangsung di ranah maya itu sering kali lebih jujur dibanding realitas keseharian di masyarakat. "Beda dengan di dunia nyata yang masih memungkinkan orang untuk bermuka dua, di ranah maya para netizen bisa cuek," kata dia.
"Mereka bisa saja tak mempedulikan siapa pun tokoh dan jabatan mereka manakala tokoh itu dirasa tak memberikan kontribusi apa pun. Tapi begitu seseorang dianggap perlu diapresiasi, netizen akan mengapresiasinya tanpa sekat-sekat apa pun," tutup Nurkhasanah.
Ia menunjuk fakta bahwa pada Jumat malam (14/5) tagar #AtensiKetuaDPR menjadi salah satu top trend Indonesia, dengan lebih dari 10 ribu cuitan di Twitter.
"Jadi, jangan pernah berpikir bahwa para netizen itu autis dan hanya mempedulikan diri mereka masing-masing. Siapa pun yang mereka nilai peduli kepada masyarakat, tentu akan mereka hargai dan hormati. Itu yang mereka lakukan sebagai apresiasi atas kepedulian dan atensi Ibu Puan," ungkap Nurkhasanah.
Menurut dia, hal-hal yang berlangsung di ranah maya itu sering kali lebih jujur dibanding realitas keseharian di masyarakat. "Beda dengan di dunia nyata yang masih memungkinkan orang untuk bermuka dua, di ranah maya para netizen bisa cuek," kata dia.
"Mereka bisa saja tak mempedulikan siapa pun tokoh dan jabatan mereka manakala tokoh itu dirasa tak memberikan kontribusi apa pun. Tapi begitu seseorang dianggap perlu diapresiasi, netizen akan mengapresiasinya tanpa sekat-sekat apa pun," tutup Nurkhasanah.
(maf)
Lihat Juga :