Anies Temui Zulhas, Pengamat: Nggak Usah Malu-Malu untuk Urusan Politik 2024
Jum'at, 14 Mei 2021 - 02:58 WIB
loading...
A
A
A
"Bagi saya justru itu positif untuk meyakinkan publik, atau setidak-tidaknya, wabilkhusus pendukung Anies. Gak ada yang aneh kalau figur tertentu mulai sosialisasi, datang mengenalkan maksud politiknya. Siapa sih yang gak ingin naik derajat politiknya, bohong kalau dia gak kepengin. Apalagi Mas Anies itu kan selalu masuk tiga besar di papan survei. Jadi sah-sah saja beliau mulai pasang muka tembok atau gak perlu lah malu-malu lagi," katanya.
Baca juga: Soal Survei Capres, Loyalis Anies Baswedan: Jangan Bikin Buzzer Sakit Jantung
Lebih lanjut analis politik asal UIN Jakarta itu mensinyalir bahwa kunjungan Anies ke kediaman Zulhas dan langkahnya safari ke daerah karena dipicu beberapa hal. Antara lain, Fadli menyebut, Anies tengah mencari dukungan dari partai politik, momentum menjaga elektabilitas dan popularitasnya yang moncer di daftar survei, serta pada 2022 nanti Anies sudah tak memiliki panggung politik karena harus melepas jabatan politiknya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Nah dari alasan-alasan itu seakan nyambung benang merahnya. Di satu sisi, anies diasosiasikan dengan Gerindra yang mengusung dia di Pilgub DKI, tapi di sisi lainnya untuk urusan Pilpres 2024 Gerindra sendiri tetap keukeuh mengusung Prabowo sebagai Capres. Jadi saya melihat ini kesempatan anies bergerak sekaligus yang realistis dia lakukan di tengah dukungan parpol yang gak pasti. Perlu diingat sebelum ketemu Zulhas, Anies sudah empat mata lho sama AHY (Agus Harimurti Yudhoyono)," kata Fadhli.
Baca juga: Soal Survei Capres, Loyalis Anies Baswedan: Jangan Bikin Buzzer Sakit Jantung
Lebih lanjut analis politik asal UIN Jakarta itu mensinyalir bahwa kunjungan Anies ke kediaman Zulhas dan langkahnya safari ke daerah karena dipicu beberapa hal. Antara lain, Fadli menyebut, Anies tengah mencari dukungan dari partai politik, momentum menjaga elektabilitas dan popularitasnya yang moncer di daftar survei, serta pada 2022 nanti Anies sudah tak memiliki panggung politik karena harus melepas jabatan politiknya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Nah dari alasan-alasan itu seakan nyambung benang merahnya. Di satu sisi, anies diasosiasikan dengan Gerindra yang mengusung dia di Pilgub DKI, tapi di sisi lainnya untuk urusan Pilpres 2024 Gerindra sendiri tetap keukeuh mengusung Prabowo sebagai Capres. Jadi saya melihat ini kesempatan anies bergerak sekaligus yang realistis dia lakukan di tengah dukungan parpol yang gak pasti. Perlu diingat sebelum ketemu Zulhas, Anies sudah empat mata lho sama AHY (Agus Harimurti Yudhoyono)," kata Fadhli.
(abd)
Lihat Juga :